Harusnya Hortikultura Mampu Swasembada - Muhammad Said Didu

Muhammad Said Didu:

Harusnya Hortikultura Mampu Swasembada

Meningkatnya kebutuhan bahan komoditas hortikultura menunjukkan bertambahnya jumlah kelas menengah di Indonesia. Kendati demikian, kata mantan ketua umum Ikatan Alumni IPB Muhammad Said Didu, harusnya pemerintah mampu mengatur agar berapapun kebutuhannya, dapat dicukupi. Sebab, tanah di Indonesia cocok untuk jenis tanaman hortikultura tersebut.

Bagaimana cara agar Indonesia mampu mewujudkan swasembada untuk jenis hortikultura, berikut ini petikan wawancara Neraca dengan Said Didu.

Apa komentar Anda dengan rencana pemerintah mengimpor sejumlah komoditi hortikultura?

Jelas kebijakan itu sangat merugikan petani. Ini menunjukkan kegagalan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk mengatur harga dan stok hingga tak perlu impor. Ruang impor itu rawan dimanfaatkan dan dikendalikan oleh kelompok mafia importir. Mereka akan memainkan stok untuk menaikkan harga sebagai suatu cara menekan pemerintah supaya membuka kran impor.

Kebijakan impor holti kultura secara besar – besaran, sama dengan memperkaya petani negara lain dan memiskinkan petani negeri sendiri. Kebijakan impor holtikultura, termasuk cabe dan bawang itu mendzolimi petani kita.

Defisit produk hortikultura itu disebut akibat anomali cuaca hingga menyebabkan gagal panen?

Untuk tanaman berumur pendek, sebetulnya tak mengenal musim. Dalam sebulan dua bulan sudah bisa panen. Lagi pula dengan sedikit sentuhan teknologi, faktor cuaca bisa diatasi. Misalnya dengan membuat green house, kendala hujan dan kemarau bisa diatasi.

Lalu problemnya di mana?

Faktornya, pemerintah tidak terbuka menginformasikan tentang stok nasional dan bagaimana mengatasi agar stok aman tanpa harus mengimpor. Yang jadi masalah adalah, pemerintah menghabiskan banyak waktunya tidak untuk membina dan mengontrol pasar, tapi lebih banyak mengurusi masalah politik anggaran.

Sedangkan programnya tidak jelas. Kementerian Perdagangan tidak fokus memperhatikan stok dan harga komoditas, tapi ke stok dan impor. Ini jelas tendensius. Hal itu juga menunjukkan adanya disharmoni antar-kementerian. Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?

Pemerintah harus menggerakkan penelitian untuk meningkatkan produktivitas. Lalu, mempersiapkan lahan terhadap komoditas yang rawan kekurangan. Pemerintah perlu merancang dan meluaskan areal bagi dikembangkannya zona produksi khusus. Semacam one village on product (OVOP). Untuk melindungi petani, perlu diadakan resi gudang, serta memberikan asuransi gagal panen.

Langkah berikutnya menyangkut hasil produksi?

Lakukan penjadwalan tanam di berbagai daerah secara berkala agar harga stabil, menyediakan kredit untuk pengadaan bibit, serta perbaiki sistem distribusi dan pemasaran yang ditunjang sarana transportasi yang memadai. Pemerintah perlu memperbaiki sistem logistik dari daerah-daerah produksi ke wilayah pemasaran. (saksono)

BERITA TERKAIT

Petani Minta Pemerintah Serap Produk Hortikultura Strategis

NERACA Jakarta – Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah menyerap produk hortikultura strategis seperti cabai agar petani tidak lagi terbebani…

Sektor Primer - CIPS Nilai Target Swasembada Kedelai 2020 Perlu Dikaji Ulang

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arief Nugraha menilai, target swasembada kedelai pada 2020 yang dicanangkan…

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama - Upaya PK Ditolak

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama Upaya PK Ditolak NERACA Jakarta - Keluarnya keputusan dari Mahkamah Agung…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Bisa Kenakan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihak Lion Air dan Wings Air bisa mengenakan tarif bagasi setelah sosialisasi yang…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…