Krikil Tajam Telekomunikasi Broadband Indonesia - Resensi Buku

Saat ini, keadilan menjadi barang yang amat mahal dan sulit ditemui di Indonesia. Karena itu, segala daya upaya harus ditempuh, demi mendapatkan satu kata, yaitu keadilan. Sebaliknya, ketidakadilan seperti tersebar di mana-mana, dalam berbagai sisi dan bentuknya. Banyak masyarakat yang dirugikan oleh tindakan aparat hukum yang tidak mengambil langkah dan keputusan berdasarkan fakta dan kebenaran.

Inilah yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto, dia membeberkan fakta-fakta apa yang dilakukan selama memimpin perusahan dan juga mengungkapkan bagaimana kasus yang menimpa dirinya yang berujung pada proses pengadilan.

Ya, lewat buku Kerikil Tajam Telekomunikasi Broadband Indonesia: Mimpi Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berbasis Digital, Indar menyebarkan bukti-bukti dan sekaligus kejanggalan atas dilanjutkannnya kasus perjanjian Indosat-IM2.

Pada bagian awal, penulis yang alumnus ITB Bandung 1986 ini menjelaskan betapa penting dan bermanfaatnya internet dan telekomunikasi bagi peningkatan akses dan kemajuan masyarakat Indonesia. Indar juga menyebut bahwa tingkat penggunaan internet di Indonesia terus melonjak mencapai angka 60 juta jiwa pada tahun 2012 lalu.

Dampaknya, kemajuan ekonomi dan kecerdasan masyarakat meningkat. Namun dikemukkan juga, kenyataan itu bisa saja berubah jika kasusnya berlanjut dan kejaksaan tidak menghentikannya, maka internet di Indonesia akan sangat mahal, dan masyarakat pengguna internet akan berpikir ulang.

Pesan kekhawatiran itu juga dikemukakan Indar saat bedah buku ini beberapa waktu lalu. Tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kasus Indosat-IM2 itu bisa bergulir terus, sementara sang pelapor, Denny AK, yang juga pimpinan lembaga swadaya masyarakat bidang konsumen, ternyata adalah seorang pemeras. (ahm)

Related posts