Kinerja Perbankan Lampung Positif - Triwulan I 2013

NERACA

Lampung- Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung Andang Setyobudi mengatakan kinerja perbankan di Lampung pada triwulan I 2013 menunjukkan kinerja yang baik.\"Ada kenaikan transaksi dari Rp600 miliar menjadi Rp1,3 triliun,\" kata Andang, pada kegiatan Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan Provinsi Lampung 2013, di Lapangan Mulyojati 16C Metro Barat, Rabu (3/7).


Dia mengatakan bahwa membaiknya kinerja tersebut tercermin dari indikator utama seperti aset, penghimpunan dana pihak ketiga, serta penyaluran kredit. Andang jugamenyebutkan, aset perbankan tumbuh 3,2% (quartal to quartal/qtq) atau 20,53% (year on year/yoy), dana pihak ketiga meningkat dua persen (qtq) atau 12,3% (yoy), begitu pula dengan outstanding kredit yang tumbuh sebesar 4,61% (qtq) atau 25,40% (yoy).


Kualitas kredit justru mengalami penurunan yang tercermin dari nilai nonperforming loan (NPL) mencapai 2,19% atau mengalami peningkatan dibandingkan triwulan IV-2012 sebesar 2,09%.Sementara transaksi sistem pembayaran tunai antara bank umum di Lampung dengan Bank Indonesia yang aliran bersihnya sebesar Rp1,39 triliun, menunjukkan bahwa kebutuhan uang kartal oleh masyarakat selama triwulan I-2013 masih rendah.


\"Salah satunya karena belum maraknya realisasi proyek pembangunan pemerintah daerah yang tercermin dari realisasi belanja yang baru mencapai 11,88%,\" katanya.

Sementara pada Pekan Kelompok Tani Nelayan Andalan Provinsi Lampung 2013, BI Perwakilan Lampung melibatkan 18 bank baik bank umum maupun syariah membuka stan untuk melayani informasi dan penjualan kredit.Stan ini dibuka selama tiga hari di Lapangan Mulyojati dan bank-bank tersebut secara bergiliran untuk mempromosikan produknya pada kegiatan tersebut khususnya untuk kredit UMKM.


Dia mengatakan terkesan petani enggan untuk berurusan dengan perbankan karena dinilai persyaratan yang ditawarkan untuk mendapatkan kredit cukup rumit. Oleh karena itu, lanjut dia, perlu dipertemukan dalam kegiatan atau forum-forum tertentu antara petani dengan pihak perbankan.


Andang menjelaskan, pemberian kredit tetap harus memenuhi persyaratan perbankan seperti identitas, perizinan, kelayakan usaha, dan bila diperlukan jaminan tambahan. \"Tapi kredit usaha rakyat tidak dimintakan jaminan, ini yang harus dimanfaatkan dan disosialisasikan,\" kata dia.

Selain jalinan komunikasi antara bank dan petani, pihak lain yang perlu dibangun komunikasi sinergisitas adalah pendamping UKM atau konsultan, pembuat kebijakan seperti pemerintah dan BI, dan katalisator seperti lembaga penjaminan, asuransi, akademisi, dan asosiasi, kata dia. [ant]

BERITA TERKAIT

Dekonsolidasi Positif Bagi Meikarta dan LPCK

NERACA Jakarta – Aksi korporasi PT Lippo Cikarang Tbk mendekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang proyek mega properti Meikarta…

Perbankan Diminta Perbaiki Tata Kelola

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri perbankan terus memperbaiki tata kelola perusahaan yang…

Kinerja Buruk PNS

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Melihat data kinerja pegawai negeri sipil (PNS) yang dipaparkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

PII Dorong Insinyur Bersertifikat

    NERACA   Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…