Menlu: Kedua Negara Bahas Isu Ekonomi - Kunjungan PM Australia

NERACA

Jakarta- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan kunjungan PM Australia Kevin Rudd ke Indonesia dalam rangka menghadiri pertemuan tahunan pemimpin kedua negara untuk membicarakan sejumlah isu-isu bilateral dan perkembangan kerja sama kedua negara terutama terkait perekonomian.

\"Tentu pertemuan ini sifatnya kaji dan review (meninjau) perkembangan yang telah dicapai sejak pertemuan terakhir antara Perdana Menter (PM) dan presiden Juli tahun lalu, di bidang investasi dan perdagangan,\" katanya di Kompleks Istana kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/7).Isu investasi yang akan diangkat diantaranya terkait infrastruktur, investasi untuk masterplan percepatan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) dan peternakan.


\"Ini (peternakan) sangat penting untuk ciptakan \'food security\' (keamanan pangan), masalah swasembada sapi, impor sapi,\" katanya.Marty menambahkan untuk isu daging sapi, harus diletakkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu mendorong peningkatan investasi peternakan Australia di Indonesia.


\"Selama ini kan presiden selalu menekankan kalau bicara masalah ini jangan dalam konteks dagang, melainkan juga harus didukung investasi, sehingga kapasitas peternakan RI, terutama sapi bisa ditingkatkan,\" katanya.Menurut Marty, sejak 2011-2012 terjadi peningkatan investasi Australia ke Indonesia yang sangat pesat. Kurang lebih meningkat 700%.


Di sisi lain, perlu diupayakan peningkatan perdagangan antar kedua negara di tengah situasi ekonomi global yang masih tidak menentu saat ini.\"Disamping itu tentu ada masalah-masalah lain yang akan dibahas. Presiden siap untuk membahas masalah-masalah itu. Mungkin Australia akan bawa masalah yang jadi kepentingan mereka,\" katanya.


Sementara itu, PM Australia Kevin Rudd didampingi Ibu Negara Therese Rein akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada 4-5 Juli 2013.Dalam kunjungannya tersebut, PM Rudd akan menghadiri pertemuan tahunan pemimpin Indonesia dan Australia (Indonesia- Australia annual leader meeting) yang ketiga di Bogor pada 5 Juli 2013.


Menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, pertemuan tahunan pemimpin Indonesia-Australia merupakan forum tertinggi dalam kerangka kerja sama bilateral kedua negara.\"Forum ini bersifat strategis karena ditujukan untuk mengevaluasi berbagai kemajuan kerja sama bilateral dalam lingkup kemitraan startegis. Selain itu, melalui forum ini kedua kepala pemerintahan dapat memberikan arah kebijakan atas berbagai isu pembahasan untuk diimplementasikan,\" katanya. [ant]

BERITA TERKAIT

KPK Bertemu Pemprov DKI Jakarta Bahas Opsi Penghentian Privatisasi Air

KPK Bertemu Pemprov DKI Jakarta Bahas Opsi Penghentian Privatisasi Air NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bertemu kembali…

Menperin: Milenial Penopang Ekonomi Digital

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era revolusi industri 4.0.…

Indikator Ekonomi Makro 2020 Telah Pertimbangkan Risiko

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa indikator ekonomi makro yang akan digunakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Ada Promo, Kenaikan Tarif Ojol Dianggap Semu

    NERACA   Jakarta - Ketua Tim Peneliti Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) Rumayya Batubara menyatakan promosi berlebihan…

DBH Migas Diharapkan untuk Kesejahteraan Rakyat Papua

      NERACA   Jakarta - Peraturan Daerah Khusus tentang Dana Bagi Hasil Migas (Perdasus DBH Migas) diharapkan segera…

ESDM : 64% Produksi Gas untuk Dalam Negeri

    NERACA   Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan 64 persen produksi gas untuk dalam negeri. Dengan alokasi ini diharapkan…