Pemerintah Diminta Jamin Stok Bahan Pangan - Jelang Ramadan dan Idul Fitri

NERACA

Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah untuk menjamin pasokan bahan pangan menjelang ramadan dan Idul Fitri 2013, untuk meredakan dan mengantisipasi kembali meningginya inflasi. \"Pemerintah seharusnya menstabilkan pasokan melalui buffer stock, entah Bulog atau apa agar pasokannya terjamin,\" kata Direktur Indef Enny Sri Hartati di Jakarta, Rabu (3/7).

Enny menilai kebutuhan akan bahan pangan menjelang ramadan yang semakin meningkat, jika tidak diimbangi dengan jaminan pasokan maka akan menimbulkan fluktuasi harga pangan. Jika itu terjadi, dia menambahkan, inflasi akan berpotensi meninggi dan sulit untuk dikendalikan.

Dia juga mengaku pesimitis inflasi akan berakhir hanya sampai Agustus 2013. \"Rasanya hampir tidak mungkin ya kalau hanya sampai Agustus karena second round (putaran kedua) ini sampai akhir tahun. Apalagi kalau ditambah defisit neraca perdagangan berlanjut,\" ucapnya.

Menurut Enny, inflasi karena dampak dari kenaikan harga BBM memang bisa terus tereduksi pada bulan ketiga, tetapi dia mengaku khawatir pada putaran kedua setelah Idul Fitri. \"Nanti kan ada permintaan penyesuaian kenaikan gaji, upah dan sebagainya. Mungkin Oktober mereda, tetapi November diperkirakan bergejolak lagi,\" ujar dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR Achasnul Qasasi menilai wajar laju inflasi meninggi karena kenaikan harga BBM Bersubsidi. \"Seperti tahun 2008 juga inflasi melonjak karena harga BBM naik. Mudah-mudahan, gejolak ini bisa segera ditekan dalam beberapa bulan ke depan,\" katanya.

Asisten Gubernur Bank Indonesia Hendar juga mengimbau agar pemerintah mengantisipasi putaran kedua inflasi tersebut. \"Yang pelu kita jaga, yakni second round-nya karena tahun-tahun kemarin dampaknya tidak sampai begitu, tiga bulan saja sudah kembali membaik,\" tuturnya.

Dia meminta semua otoritas, termasuk BI dan pemerintah harus menjaga ekspektasi pasokan barang hingga akhir ramadan, agar tetap memberikan kepercayaan dan respon yang sesuai kepada pasar terkait dampak kenaikan BBM.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2013 sebesar 1,03%, sehingga inflasi Januari-Juni 2013 mencapai 3,35% dan inflasi year on year Juni 2012 sebesar 5,9%. Laju inflasi tinggi karena kenaikan harga BBM juga terjadi pada Juni 2008 yang menyentuh angka 2,46% karena dipicu kenaikan harga BBM bersubsidi pada Mei 2008 lalu. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan DPR Diminta Ubah Ketentuan Defisit APBN

      NERACA   Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyarankan pemerintah dan DPR mengubah ketentuan…

XL Siapkan Jaringan Jelang Pilpres 2019

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah menyiapkan jaringan yang memadai untuk mengantisipasi kenaikan trafik terkait dengan berlangsungnya Pemilihan Presiden,…

IHSG MENGUAT JELANG PEMILU

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…