Penjualan Mobil Bekas Kian Meningkat

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) rupanya tidak mempengaruhi penjualan mobil bekas menjelang Ramadhan dan mudik lebaran, antusias masyarakat untuk pulang ke kampung halaman membuat kebutuhan mobil bekas kian meningkat.

NERACA

Penjualan mobil bekas mulai menggeliat seiring dengan meningkatnya masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk mudik lebaran. Misalnya, penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, tercatat naik 30% pada bulan ini.

Senior Marketing Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih memperkirakan penjualan mobil pada bulan ini bisa mencapai 2.600-2.700 unit sepanjang Juni. Hingga 20 Juni, penjualan mobil bekas sudah mencapai 2.300 unit.\\\"Sampai Mei, rata-rata penjualan mobil bekas di sini sekitar 2.200-2.300 unit. Sejak awal Juni meningkat sampai sekarang karena mau lebaran,\\\" tuturnya.

Tak hanya pembeli untuk dipakai sendiri, para pedagang mobil dari berbagai daerah juga mulai berdatangan ke Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua. Jenis mobil yang paling banyak diincar pembeli yaitu Avanza dan Xenia dengan harga sekitar Rp 80 juta per unit.

Herjanto memastikan penjualan mobil bekas tidak akan terpengaruh keputusan pemerintah menaikkan harga premium dan solar. Begitupun juga kehadiran mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car), diyakini takkan mengurangi jumlah peminat mobil bekas.\\\"Kami sih tidak masalah dan yakin kehadiran mobil murah tidak akan menurunkan minat orang beli mobil bekas,\\\" ungkap dia.

Herjanto mengatakan dengan harga jual yang cukup murah, konsumen seharusnya bisa langsung mengetahui kualitas kendaraan yang akan dibelinya. \\\"Harga tidak menipu,\\\" kata dia.

Menurut Herjanto, pelaku usaha mobil bekas sudah mengetahui kualitas dari mobil murah yang akan dikeluarkan produsen otomotif di tanah air. Dari pandangannya, kualitas interior dari mobil murah bisa dikatakan jelek. \\\"Busanya tidak bagus, pintunya juga pintu murah,\\\" kata Herjanto seraya mengatakan harga tidak akan menipu konsumen dari kualitas barang yang dibelinya.

Sebelumnya Herjanto mengungkap kalau produk mobil murah ramah lingkungan atau \\\"Low Cost and Green Car\\\" (LCGC) akan menurunkan minat konsumen untuk membeli mobil bekas jenis Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

\\\"Dengan harga Rp75 juta sampai dengan Rp100 juta, maka konsumen mobil bekas Avanza dan Xenia akan beralih ke produk LCGC. Hal ini akan berpengaruh terhadap pasar mobil bekas di dalam negeri,\\\" kata Herjanto.

Namun untuk harga jual kembali mobil LCGC, menurut Herjanto, akan mengalami penurunan yang cukup besar. \\\"Harga jual produk LCGC bekas akan anjlok karena harga barunya di bawah Rp100 jutaan. Hal ini sudah terlihat dengan produk mobil murah Daihatsu Ceria yang memiliki kapasitas mesin 600 cc dan harga bekasnya hanya Rp30 jutaan,\\\" paparnya.

Sedangkan Deputy Director BCA Finance,K.A. Wibowo, mengatakan penjualan mobil bekas akan tergerus dengan munculnya mobil LCGC. \\\"Rencana mobil LCGC sangat berpengaruh terhadap pasar mobil bekas, namun konsumen yang sudah inden produk Toyota Agya maupun Daihatsu Ayla seperti membeli harapan. Pasalnya, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai regulasi yang akan dikeluarkan,\\\" ujarnya.

Wibowo menambahkan, pihaknya yakin penjualan produk LCGC tidak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas. \\\"Konsumen tentunya memiliki pandangan dalam membeli mobil, banyak konsumen yang membeli mobil bekas dengan kualitas yang masih bagus dibandingkan mobil baru dengan kualitas yang belum teruji,\\\" tandasnya.

Meraup Untung

Menjelang Ramadhan dan hari raya, penjualan mobil-mobil bekas saat ini sudah menunjukkan peningkatan. Kebanyakan mobil bekas tersebut akan digunakan sebagai kendaraan untuk mudik lebaran atau keperluan silaturahmi ke sanak saudara dalam masa-masa lebaran.

Bagi pemilik show room mobil bekas di centra penjualan mobil bekas Kemayoran, Jakarta Pusat, saat-saat menjelang lebaran adalah saat menanguk keuntungan. Setiap menjelang lebaran, peminat mobil bekas meningkat tajam.

Menurut seorang pemilik show room mobil bekas, Deni mengaku saat awal ramadhan omset penjualannya sudah mulai menunjukkan peningkatan. Puncaknya menurut Deni sekitar sepekan menjelang lebaran. Peningkatan omset bisa mencapai 30% dari hari-hari biasanya.

Ismet pembeli mobil bekas mengaku, memilih mobil bekas karena harganya relatif lebih murah dibandingkan mobil yang baru, apalagi mobil yang dibelinya merupakan mobil Eropa, dimana selisih harga mobil baru dan bekasnya sangat jauh.

Mobil yang paling diminati pembeli bervareasi bergantung dari kemampuan calon pembeli. Untuk kalangan menengah kebawah biasanya lebih memilih mobil kategori niaga yang berpenumpang banyak. Sementara untuk kalangan atas biasanya memilih mobil-mobil sedan keluaran Eropa.

Related posts