Pengembang Incar Kaum Jetset - Peluang Hunian Mewah

Selain nyaman dan bergengsi, properti mewah di kawasan strategis dinilai menjanjikan capital gain serta yield yang menggiurkan.

NERACA

Bagi kaum jetset, hunian bukan lagi sebatas tempat tinggal. Ya, hunian bukan lagi sebagai tempat istirahat untuk melepas letih dari aktifitas sehari-hari. Lebih dari itu, hunian merupakan tempat untuk berkontemplasi, sumber inspirasi, serta hal yang penting seperti untuk perkembangan Anak.

Sesuai dengan meningkatnya tuntutan hidup dan gengsi yang menyemat pada mereka, para orang kaya menginginkan desain hunian dan kelengkapan fasilitas yang pada intinya bermuara pada privasi, kenyamanan, keamanan, dan kesenangan tentunya.

Seiring dengan makin banyaknya jumlah orang kaya, bisnis properti mewah semakin menjanjikan. Apalagi jika dipandang dari sisi investasi, membeli properti mewah adalah cara yang paling sederhana untuk melipatgandakan uang dengan cara yang relatif singkat, dimana bagi kaum berada, mengeluarkan uang yang banyak bukanlah perkara yang akan berat bagi mereka.

Melihat kenyataan tersebut, para pengembang pun berbondong-bondong untuk membangun properti demi memanfaatkan lahan basah yang satu ini. Hal ini juga diperkuat dengan adanya prediksi jika Indonesia akan menjadi pasar properti terbesar di kawasan Asia Pasifik. Seperti yang tengah dilakukan oleh PT Senopati Aryani Prima dengan membangun properti mewah di bilangan Jakarta Selatan, Kebayoran Baru tepatnya.

Selain nyaman dan bergengsi, properti dikawasan ini dinilai menjanjikan capital gain serta yield yang menggiurkan, karena berlokasi hanya sepelembaran batu dari pusat aktifitas supersibuk di Ibu Kota Jakarta. Ya, sebagai hunian yang berada di segmen High-End, apartemen Senopati Penthouse menjadi unggul lantaran berada di lokasi yang strategis.

Berdasarkan data dari Leads Poperty, hingga tahun 2013 akan ada tambahan supply perkantoran di kawasan segitiga emas sebanyak 711.000 m2, dan di Jakarta Selatan sendiri sekitar 339.040 m2, dengan tingkat okupansi mencapai 94,9%. Sebagai pusat aktivitas bisnis tersebut, tentunya para pekerja memerlukan hunian yang representative seperti apartemen.

Dengan lokasi prestisiusnya, Senopati Penthouse berdekatan dengan (walking distance) dengan SCBD, kawasan segitiga emas, dan juga lingkaran belt prestisius semacam Pacific Place, Senayan City, fX Plaza, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia, termasuk dekatnya dengan kompleks olahraga Gelota Bung Karno, dimana masih bisa didengar kicauan burung di pagi hari.

Maka pasar untuk memenuhi kebutuhan hunian prestisius (crown property) ini menjadi potensi tersendiri. Apalagi sebagai hunian yang mengusung kemewahan dan kenyamanan bagi penghuninya, Senopati Penthouse hanya menawarkan secara eksklusif 58 unit apartemen saja. Dimana tiap lantai hanya akan terdiri dari 4 unit, yang ditopang oleh 7 buah lift (4 private lift, 2 guess lift, dan 1 service lift).

“Di apartemen Senopati Penthouse, penghuninya yang supersibuk bisa beristirahat dengan nyaman namun semua fasilitas dalam jangkauan walking distance seperti mall Pacific Place, hotel Ritz Carlton, gedung Bursa Efek Indonesia, Senayan Driving Range, komplek olahraga Bung Karno, dan lain sebagainya. Inspirasi proyek ini adalah seperti apartemen mewah di belakang Orchard Road Singapura,” kata Direktur Utama PT Senopati Aryani Prima, Ir. Lukman Purnomosidi, MBA.

Design Ramah Lingkungan

Selain nama lokasi yang cukup tenar, saat mencari hunian mewah, tutur Lukman, para investor mempertimbangkan faktor lingkungan yang aman dan asri sebagai hunian berkelas dan bercitarasa tinggi. mereka pun cenderung memilih lingkungan yang tertutup dan ekslusif.

“Proyek ini memang sengaja dibuat hanya residensial plus fasilitas bagi penghuninya saja, tanpa komersial dan office, karena kami ingin mencapai suatu eksklusifitas hunian yang mendekati sempurna,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum REI periode 2004-2007 ini.

Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, menjadikan Senopati Penthouse mengedepankan konsep hunian ramah lingkungan (eco-friendly), dengan memberikan nuansa hijau keseluruh bangunan melalui landscape dan vertical garden yang akan menjadi nilai tambah yang langka di Jakarta saat ini. Vegetasi tanaman akan dibentuk sesuai dengan konsep “green healing”, dimana perencana landscape akan mengaplikasikan tanaman yang berguna untuk merevitalisasikan kualitas udara disekitar hunian.

Bangunan juga didesain double glazing sebagai passive cooling system, sehingga suhu ruangan tetap bisa terjaga, dan meminimalisir penggunaan pendidngin ruangan. Orientasi bangunan juga menghadap Utara-Selatan, sehingga radiasi matahari bisa diletakkan di area service yang tidak terbuka.

“Double glazing ini pun dimaksudkan agar penghuni merasa nyaman dan merasakan suasana layaknya di kawasan perumahan prestisius,” tambah Lukman.

Untuk dapat mewujudkan kenyamanan yang diberikan Senopati Penthouse tersebut, melalui peresmian penandatanganan kontrak, PT Senopati Aryani Prima bersama PT Nusa Konstruksi Enjinering Tbk, berkomitmen untuk bisa melakukan serah terima unit kepada konsumen pada bulan Mei 2014. Sampai saat ini total pemesanan telah melampaui angka 85% dari total unit yang tersedia.

Related posts