Pentingnya Pendidikan Pancasila

Sekarang ini lembaga-lembaga pendidikan cukup variatif berkaitan pembelajaran Pancasila, ada yang mengajarkannya khusus dalam satu pelajaran, ada pula yang memasukkannya dalam pelajaran lain. Namun, kerap kali Pancasila hanya diajarkan secara tekstual dan kurang mencakup aspek aktualisasi.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Budi Susilo Soepandji mengatakan, di perguruan-perguruan tinggi, pembelajaran Pancasila ada yang dimasukkan dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, ada juga beberapa yang menghilangkan. Padahal, Pancasila merupakan landasan filosofi bangsa.

“Bukan saatnya lagi hanya diajarkan secara tekstual. Oleh karena itu, Pancasila harus dikaitkan hal-hal aktual, bagaimana penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lagi hanya diajarkan tekstual, tetapi bagaimana aktualisasinya,\\\" katanya, di Semarang, Sabtu.

Dia mengungkapkan pembelajaran Pancasila memang tidak bisa disamaratakan perlakuannya untuk seluruh jenjang pendidikan, misalnya pembelajaran di sekolah dasar (SD) berbeda dengan SMP, berbeda juga dengan kuliah. Karena itu, kata dia, Pancasila harus diajarkan dan ditanamkan sesuai dengan jenjang pendidikan dan entitas yang dihadapi.

\\\"Mungkin kalau mahasiswa diajarkan sekadar tekstual, menghafal Pancasila, bosan. Orang-orang kesenian juga akan seperti itu. Namun, nilai-nilai Pancasila bisa diaktualisasi untuk merangkul berbagai elemen itu,\\\" kata dia.

Pancasila, lanjut dia, juga jangan hanya diajarkan sebatas pada pendidikan formal, tetapi harus mencakup pendidikan informal dan nonformal, seperti kalangan santri di pesantren, atau kegiatan kepramukaan.

\\\"Yang penting, Pancasila harus diajarkan secara lebih hidup, misalnya mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan publik yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Aplikasi di lapangan yang perlu,\\\" tegas dia.

Related posts