Lamicitra Bangun Perkantoran Senilai Rp 35 Miliar

NERACA

Surabaya- PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) tahun ini akan merealisasikan pembangunan gedung perkantoran dengan konsep “Green Building” dengan nilai investasi sebesar Rp 35 miliar.

Direktur PT Lamicitra Nusantara, Tbk Priyo Setyo Budi mengatakan, gedung perkantoran tersebut terletak di pusat kota jalan Basuki Rahmat Surabaya, “Proyek ini sempat tersendat pembangunannya karena konsep green building memiliki kelas tersendiri dan pasar tersendiri bahkan pembangunannya harus mengacu pada persyaratan yang sudah ditentukan,”ujarnya di Surabaya kemarin.

Perseroan yang bergerak di bidang usaha pengembangan dan pengelolaan property seperti komplek pusat perdagangan Jembatan Merah Plasa, Pusat Grosir Surabaya dan Tunjungan Elektronik Center, Ruko, pengelolaan Hotel, Tunjungan Crystal hotel serta di bidang pengelola Kawasan Industri Berikat (Tanjung Emas Ekspor Processing Zone), mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 17,16% sepanjang tahun 2012 mencapai Rp 132,2 miliar atau turun dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp 159, 6 miliar.

Menurut Priyo, penurunan pendapatan disebabkan adanya penurunan pendapatan disektor real estat sebesar 38,10 %. Sedangkan penapatan jasa depo peti kemas naik 11,15% yakni mencapai Rp 42,2 miliar. Sementara perolehan dari jasa perhotelan mengalami kenaikan sebesar 2,49% atau mencapai 34,671 miliar.

Kemudian laba bersih tahun 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 42,11 miliar dan sekitar 17 % diantaranya dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden tunai sebesar Rp 5 per saham, “Laba bersih ini mengalami kenaikan karena perseroan memperoleh kenaikan selisih kurs mata uang asing,”ungkapnya.

Sedangkan laba usahanya mengalami penurunan 30,63% atau senilai Rp 39,8 miliar setelah dikurangi biaya-biaya dibandingkan tahun sebelumnya laba usahanya mencapai Rp 57,4 miliar. Namun, untuk triwulan pertama tahun 2013 laba usaha yang diraup perseroan mencapai Rp 8,07 miloiar atau mengalami kenaikan 16,03 % diandingkan periode yang sama tahun 2012 yakni sebesar Rp 6,9 miliar.

Menurut Priyo, sebagaimana dengan strategi usahanya, portofolio investasi yang dilakukan perseroan akan mengkombinasikan antara investasi yang cepat menghasilkan produk atau jangka pendek dan dapat mengakumulasikan modal dalam waktu yang singkat serta investasi jangka panjang yang dapat memberikan kontribusi pendapatan yang stabil dalam waktu tertentu pada berbagai situasi kondisi ekonomi.

Tahun 2012, aset pereroan naik 3,84% atau sebesar Rp 614,7 miliar dibandingkan tahun lalu hanya mencapai Rp 591,9 miliar. Dikatakan Priyo di tahun 2013 perseroan sedang memfokuskan pada proyek Pusat Grosir Surabaya dan Tunjungan Elektronik center. Sedangkan untuk kawasan industry berikat Tanjung Emas Ekspor Processing Zone(TEPZ) yang menyediakan standart factory bilding dengan fasilitas berikatnya perseroan telah melakukan aktivitas marketing ke mancanegara untuk menarik investor asing untuk datang dan menanamkan modalnya di TEPZ. (Shanty)

Related posts