Fortune Mate Siapkan Capex Rp 40 Miliar - Buka Lahan Baru

NERACA

Surabaya – Perusahaan properti di Surabaya, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 40 miliar. Rencananya, dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha.

Direktur PT Fortune Mate Indonesia Tbk, Aprianto Soesanto mengatakan, dana belanja modal sebesar Rp 25 miliar akan digunakan untuk pengembangan pergudangan, pengembangan cluster emerald senilai Rp 10 miliar dan untuk land bank senilia Rp 5 miliar,”Kita optimis nilai transaksi penjualan tahun ini meningkat seiring dengan ekspansi pengembangan usaha yang dilakuakn perseroan,”katanya di Surabaya kemarin.

Dia mengungkapkan, untuk pengembangan cluster emerald nantinya akan di bangun di desa Sememi kawasan Benowo, Surabaya dengan luas lahan 5 hektar. Keunggulan dari proyek ini adalah dekat dengan rencana West Ring Road yang akan dibangun Pemkot Surabaya sehingga meningkatkan nilai investasi rumah.

Sementara keunggulan dari proyek pembangunan pergudangan modern di Romokalisari adalah akses jalan tol yang dekat. Tidak hanya itu, lokasi pergudangan ini dekat dengan rencana pembangunan jalan lingkar barat Surabaya. Nantinya, proyek pergudangan ini akan di bangun diatas lahan seluas 8 hektar.

Kata Aprianto, kebutuhan rumah tinggal terus memicu pasar property di Surabaya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, Tentunya, kondisi ini sangat mendukung kinerja keuangan perusahaan. Tercatat sepanjang tahun 2012, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,02 miliar atau tumbuh sebesar Rp 3,75 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang mencatat rugi bersih sebesar Rp 2,72 miliar, “Peningkatan laba ini terutama berasal dari penjualan rumah,”ujarnya.

Saat ini, total land bank yang dimiliki perseroan luasnya mencapai 155 hektar dan baru terpakai 22%. Diantaranya, sebesar 6% untuk perumahan, warehouse 16%. Land bank seluas itu yang diperuntukkan rumah sebesar 24 ha, warehouse 10 ha dan sisanya 121 ha atau 78% masih belum diolah. Dengan kepemilikan land bank seluas itu, kini asset perseroan tercatat Rp 355,1 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 1% dari tahun 2011 yang mencatat sebesar Rp 351,8 miliar. (Shanty)

Related posts