Lelang Obligasi Negara Terserap Rp9,75 Triliun

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp9,75 triliun dalam lelang lima seri obligasi atau surat utang negara pada Selasa untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2013. Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (2/7), menyebutkan penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp14,14 triliun.

Jumlah dimenangkan sebesar Rp9,75 triliun itu lebih besar dari jumlah indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp7 triliun. Rincian dimenangkan Rp9,75 triliun terdiri dari seri SPN03131003 sebesar Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,16%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 5,30%.

Seri SPN12140703 sebesar Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,31%, imbal hasil tertinggi 6,50%. Seri FR0063 sebesar Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,20%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,25% dan tingkat kupon 5,63%.

Seri FR0064 sebesar Rp1,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,64%, imbal hasil tertinggi dimenangkan 7,73% dan tingkat kupon 6,13%. Seri FR0065 sebesar Rp2,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,84%, imbal hasil tertinggi dimenangkan7,93% dan tingkat kupon 6,63%. Pemerintah akan resmi menerbitkan kelima seri SUN tersebut pada 4 Juli 2013.

Selain itu, pemerintah akan menjual sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN) dengan target indikatif Rp1,5 triliun melalui lelang pada 9 Juli 2013 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2013. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyebutkan terdapat lima seri SBSN yang akan dilelang.

Kelima seri SBSN itu adalah SPNS10012014(penerbitan baru) dengan imbalan secara diskonto, aset acuan barang milik negara berupa tanah dan bangunan. SBSN ini akan jatuh tempo 10 Januari 2014. Selain itu, seri PBS001 (penjualan kembali) dengan tingkat imbalan 4,45% dan akan jatuh tempo 15 Februari 2018. Seri PBS003 (penjualan kembali) dengan tingkat imbalan 6,00% dan jatuh tempo 15 Januari 2027.

Seri PBS004 (penjualan kembali) dengan tingkat imbalan 6,10% dan akan jatuh tempo 15 Februari 2037. Seri PBS005 (penjualan kembali) dengan tingkat imbalan 6,75% dan akan jatuh tempo 15 April 2043. Aset acuan untuk penerbitan SBSN seri PBS tersebut berupa proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2013.

Lelang SBSN tersebut akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam. Pada prinsipnya semua pihak, investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang.

Namun, dalam pelaksanaannya penyampaian penawaran harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan. Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Produktivitas Utang Negara

Persoalan utang luar negeri Indonesia tidak terlepas dari perjalanan siklus kepemimpinan dari masa ke masa. Pemerintahan Jokowi-JK akhirnya kini menanggung…

Wakil Ketua MPR - Indonesia Negara Nasionalis Religius

Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR Indonesia Negara Nasionalis Religius Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Basarah mengatakan…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…