Ekonom: BI Rate Bakal Naik Kembali

NERACA

Jakarta - Ekonom Citi Researh Helmi Arman memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dan suku bunga fasilitas simpanan BI (Fasbi Rate) pada dua bulan mendatang karena diperkirakan inflasi masih cukup tinggi. \\\"Kami tetap mempertahankan perkiraan inflasi kami hingga akhir tahun sebesar 8,2% dan perkiraan BI Rate dan Fasbi Rate masing-masing 6,5% dan 4,75%,\\\" ujarnya di Jakarta, Selasa (2/7).

Helmi berharap BI merespon inflasi dengan menaikkan suku kebijakan (Fasbi Rate dan BI Rate) sebesar 2 x 25 basis poin (bps) pada Juli dan Agustus 2013 mendatang. Menurut dia, pada kedua bulan tersebut baru akan tampak dengan jelas tingginya inflasi akibat kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan oleh pemerintah secara resmi pada 22 Juni 2013 lalu.

\\\"Dampak lebih besar dari kenaikan bahan bakar untuk angka inflasi month on month (mom) akan terlihat lebih lanjut dalam dua bulan ke depan,\\\" tutur Helmi. Selain itu, Helmi juga berharap BI juga melakukan kebijakan pengetatan tambahan dari aturan makroprudensial untuk mengantisipasi inflasi pada kedua bulan tersebut.

\\\"Aturan itu misalnya kebijakan ketat untuk membatasi pinjaman properti,\\\" kata Helmi. Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 13 Juni lalu memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi enam persen setelah sebelumnya bertahan di posisi 5,75% selama 16 bulan. BI juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga depocit facility atau Fasbi sebesar 25 basis poin dari empat persen menjadi 4,25% sebagai upaya menjaga stabilitas moneter. [ardi]

Related posts