Astra Otoparts Investasikan Dana Rp 80 Miliar - Bangun Pabrik Baru

NERACA

Jakarta- Seiring dengan rencana pembahan kapasitas produksi PT Toyoda Gosei Safety System Indonesia (TGSSI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menganggarkan dana sebesar Rp80 miliar guna investasi pembangunan pabrik baru. \"Kami akan menambah kapasitas steering wheel (setir mobil) sebanyak 1,5 kali dari kapasitas yang sekarang menjadi 800.000 unit per tahun dan airbag menjadi 1,5 juta unit per tahun atau naik lima kali dari kapasitas sekarang,”kata Direktur AUTO, Robby Sani di Jakarta, Selasa (2/7).

Dia menambahkan, rencana penambahan kapasitas tersebut seiring dengan meningkatnya pasar automotif Indonesia, khususnya roda empat. Lebih lanjut, pabrik tersebut akan dibangun berdekatan dengan lokasi pabrik yang ada saat ini, selain itu pembangunan pabrik ini juga diharapkan dapat menyerap 130 orang karyawan baru, “Peningkatan kapasitas produksi juga merupakan cara TGSSI dalam merespon peningkatan permintaan airbag. Sehubungan dengan adanya. ASEAN NCAP (New Car Asesment Program) yaitu program asesmen untuk perangkat keselamatan di ASEAN,\" jelasnya.

Sebagai informasi, AUTO bekerjasama dengan Toyoda Gosei Co Ltd, Jepang melalui perusahaan joint venture bernama PT Toyoda Gosei Safety System Indonesia (TGSSI). Selain itu, perseroan juga menambah porsi saham menjadi 20% di TGSSI, “Saat ini kami memang menguasai 20%, sementara sisanya sebesar 80% dipegang oleh Toyoda Gosei Co. Ltd, “kata Direktur Utama AUTO Siswanto Prawiroatmodjo.

Kendatipun demikia, dirinya mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan kalau perseroan juga akan menambah porsi. Hanya saja, hal tersebut tergantung dari kebutuhan.

Siswanto menambahkan, saat ini perseroan akan tetap fokus pada pasar domestik. Saat ini hampir 90% dari total produksi perseroan dipasok untuk pasar domestik dan sisanya sebesar 10% didistribusikan ke negara lain, “Lebih banyak domestik, ekspor masih sedikit, oleh karena itu kami mengkaji strategi yang lebih baik lagi untuk meningkatkan distribusi penjualan di regional asing tersebut,”jelasnya.

Selain itu, perseroan juga saat ini berniat melakukan ekspansi dengan menjajaki negara-negara berkembang lainnya yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Asal tahu saja, sampai dengan semester pertama tahun ini PT Astra Otoparts Tbk telah menghabiskan belanja modal hingga Rp1 triliun dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp2 triliun.

Dana belanja modal tersebut digunakan untuk ekspansi perseroan berupa penambahan kapasitas dan investasi di bidang human capital, \"Dana belanja modal sudah digunakan hingga 50 persen dari total belanja modal pada tahun ini yang mencapai Rp2 triliun,\" kata Siswanto.

Lebih lanjut, belanja modal pada tahun ini akan lebih banyak digunakan untuk mengakuisisi perusahaan otomotif lainnya. Namun perseroan belum mau mengungkapkan perusahaan yang akan diakuisisi tersebut.\"Kami berencana melakukan akuisisi untuk menciptakan pertumbuhan kinerja secara lebih cepat dan positif dan agar pada tahun 2020 mendatang pertumbuhan kita bisa lima kali lipat,\" jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun - Strategi Hilirisasi

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi - Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City NERACA Jakarta – Perjalanan bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…