Surya Intrindo Garap Bisnis Sektor Tambang - Operasi Usaha di Kalbar

NERACA

Surabaya - PT Surya Intrindo Makmur Tbk (SIMM), perusahaan yang bergerak di bidang properti mulai mengembangkan usaha bisnisnya. Rencananya, perseroan akan membidik usaha baru di bidang pengolahan dan pemurnian hasil pertambangan.

Direktur Keuangan PT Surya Intrindo Makmur Tbk, Meikewati Tandali mengatakan, sesuai keputusan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 10 April 2013 lalu telah diperoleh persetujuan bagi perseroan untuk melakukan perluasan kegiatan usaha, “Rencananya, perseroan akan membidik usaha di bidang pengolahan dan pemurnian hasil pertambangan yakni industri pemurnian pasir zirkon hingga kadar 65% di Nangah Pino Kabupaten Melawi Sintang Kalimantan Barat,”katanya di Surabaya kemarin.

Menurutnya, langkah bisnis tersebut diambil karena bisnis tersebut dinilai cukup menjanjikan dan mengingat produk hasil pemurnian pasir zircon ini nantinya akan diserap beberapa industry seperti industry keramik. Saat ini yang menguasai industry pemurnian pasir zirkon di dunia baru Australia dengan pangsa pasar 80% atau dengan produksi sebesar 800 ribu ton/tahun.

Sementara itu, bahan baku di Indonesia terutama di Kalimantan cukup tersedia, sehingga perseroan dengan mengacu himbauan kementerian ESDM dimana sumber daya alam di dalam negeri harus diolah oleh bangsa sendiri berupaya menggali bahan baku pasir zircon untuk pasar ekspor dengan tujuan Italia, Spanyol, China dan beberapa negara industry keramik.

Meike optimis, ekspansi bisnis usahanya barunya sangat menjanjikan bagi perseroan. Rencananya, perluasan bisnis ke bidang industri pengolahan dan pemurnian pasir zircon dijadwalkan akan di mulai pada September 2013 dengan target kapasitas 300 ton/bulan atau normalnya 15 ribu ton/tahun dengan nilai jual US $ 1000-1500 per ton.

Buka Lahan

Dia menambahkan, persiapan lahan pertama pabrik pengolahan dan pemurnian pasir zircon ini sudah dijalankan guna memenuhi permintaan industri keramik dalam negeri dan terlebih bisnis di bidang pertambangan ini sangat menjanjikan dan peluangnya sangat terbuka untuk berproduksi hingga 50 ribu ton/tahun.

Dalam menjalankan usahanya di bidang pengolahan dan pemurnian hasil tambang ini perseroan menggandeng PT Kalimantan Jaya Mandiri dan PT Selatan Jaya Melawi. Sementara untuk mesin-mesin yang akan mengolah dan pemurnian hasil tambang ini sudah diimpor dan saat ini dalam proses instalasi serta uji coba.

Sedangkan untuk bisnis properti, kata Meike, proyek yang akan direalisasi yaitu pembangunan kawasan pemukiman di atas lahan seluas 7.175 meter persegi di Kecamatan Juanda-Sidoarjo. Estimasi nilai jual property sekitar Rp 750 juta/unit dan tahun ini ditargetkan terjual senilai Rp 10 miliar. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 20 miliar dan laba sebesarRp 5 miliar. Perseroan sebelumnya bergerak di bisnis sepatu dan sejak 3 Desember 2012, saham perseroan lagi diperdagangkan lagi di Bursa Efek Indonesia (delisting). (Shanty)

Related posts