Siantar Top Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA

Surabaya – Dalam rangka membiaya belanja modal, tahun ini PT Siantar Top Tbk (STTP) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar. Perusahaan bidang makanan ini, akan menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan menjaminkan lebih dari 50% aset perseroan.

Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin mengatakan, perseroan akan menerbitkan obligasi tahun ini. Rencananya, dana yang dihimpun dari obligasi akan digunakan untuk penambahan modal operasional, “Selain itu, dana obligasi juga digunakan untuk pengembangan pasar luar negeri yang sedang di jajaki perseroan saat ini,”ujarnya di Surabaya kemarin.

Dia menuturkan, rencana penerbitan obligasi ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Selain itu, agenda RUPSLB juga meminta persetujuan untuk perluasan usaha dan investasi di dalam dan luar negeri serta jaminan perusahaan kepada anak perusahaan dengan kepemilikan saham sebesar 99% atau lebih dalam rangka perolehan pembiayaan untuk pengembangan usaha san pembelian mesin-mesin produksi serta pembangunan sarana usaha.

Sepanjang tahun 2012, bisnis perseroan masih memperlihatkan pertumbuhan positif meskipun pertumbuhan ekonomi masih memperlihatkan perlambatan. Dampak sentimen negatif tersebut, kata Armin, tidak banyak berpengaruh terhadap perseroan. Bahkan ditengah ketatnya persaingan usaha di bidang makanan dan minuman, bisnis perseroan masih tetap tumbuh.

Bisnis Konservatif

Selanjutnya, ditengah krisis ekonomi global dan pengaruh dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan juga penjualan perseroan, tahun ini perseroan lebih memilih melakukan langkah preventif agar kondisi perseroan tetap bisa bertahan sehingga bisa mencapai peningkatan penjualan sebesar 34,8 % dibandingkan tahun sebelumnya.

Karenanya, lanjut Armin, manajemen perseroan sudah menerapkan strategi dengan mengoptimalkan kinerja pengembangan pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Asal tahu saja, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 100 miliar.

Sedangkan sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan penjualan tumbuh Rp 24,9 miliar dari tahun lalu hanya Rp 1,027 triliun menjadi Rp 1,283 triliun pada tahun ini. Disebutkan, kontribusi penjualan berasal dari produk crackers dan krupuk, disusul produk mie, biscuit serta wafer. Tingginya tingkat persaingan perusahaan sejenis tetap menjadi perhatian perseroan. Sehingga, perseroan selalu melakukan terobosan dengan inovasi produk baru, diversifikasi produk dengan demikian tahun 2013 perseroan optimis produk-produk yang dihasilkan dapat diterima dengan baik di pasaran.

Kemudian maraknya pasar produk kopi di dalam negeri ternyata membawa perseroan turut bermain untuk mengambil ceruk pasar pada produk minuman ini. Rencana untuk memproduksi kopi memang sudah ada tahun sebelumnya untuk pengembangan produk kopi perseroan masih membutuhkan tambahan permodalan. Hingga saat ini perkembangan untuk masuk pada bisnis kopi barui 30% dan rencananya tahun 2014 baru eksis di pasar kopi . (Shanty)

Related posts