BBM “Ajak” Harga Elpiji Ikut Naik - Sinyalemen Pertamina

NERACA

Jakarta – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya mensinyalir harga gas elpiji 3 kilogram akan terdongkrak pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun ia menegaskan bahwa Pertamina tidak pernah menerapkan kenaikan harga elpiji 3 kg.

\"Saya sinyalir gas elpiji 3 kg naik setelah BBM naik, itu agen-agen dan pangkalan menaikan harga,\" kata Hanung di Jakarta, Selasa (2/7).

Hanung mengakui, walaupun sebenarnya ada kenaikan harga riil dari ongkos kirim akibat kenaikan harga BBM subsidi, tetapi tidak ada aturan tertulis untuk dapat menyesuaikan harga penjualan elpiji.

\"Artinya itu diatur dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Itu pasti naik karena ongkos kirim kan naik, dolar Amerika Serikat (AS) sekarang lagi naik,\" jelas Hanung.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar membeli gas elpiji 3 kilogram (kg) mau pun 12 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dengan demikian, maka harga gas elpiji bisa dibeli dengan harga normal. \"Kalau mau mendapatkan harga yang official, silahkan ke SPBU yang sudah kita siapkan,\" tambahnya.

Hanung menambahkan, apabila ada harga gas elpiji 12 kg di pasaran sudah dinaikkan, maka masyarakat bisa menghubungi call center Pertamina (021)500-000. \"Jika ada yang naik kasih tahu ke call center pertamina 500-000, kasih tahu alamatnya nanti kepada agennya akan kita kenakan sanksi,\" tutur dia.

Menurutnya, Pertamina akan memberi skorsing bagi agen yang menaikkan harga gas di atas batas kewajaran. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan jika agen tersebut tidak lagi disuplai elpiji. \"Kalau untuk agen beri skorsing paling ringan sebulan, paling berat putus hubungan kerja. Karena memang tidak ada kebijakan pertamina untuk menaikan harga,\" tukas dia.

Jamin Pasokan

Sementara itu, Pertamina Vice President LPG & Gas Product Pertamina Gigih Irianto menyatakan akan menambah pasokan elpiji gas 3 kg dan 12 kg hingga 15% di atas kebutuhan normal untuk menjamin kebutuhan masyarakat sejak saat ini sampai masa Lebaran pada Agustus 2013.

Ia mengatakan jika diperlukan, Pertamina akan memasok hingga 20 persen di atas kebutuhan. \"Konsumen tidak perlu khawatir, kami sediakan stok yang lebih dari cukup,\" ungkap Gigih. Kendati demikian, Gigih mengatakan akan tetap melakukan pengaturan distribusi mengingat elpiji merupakan komoditas subsidi.

Menurut Gigih, pada Juni 2013, diprediksi sudah mulai terjadi peningkatan permintaan meski tidak sampai 15 persen. Kenaikan permintaan elpiji karena persiapan menjelang puasa dan Lebaran, musim libur sekolah, panen raya, dan anomali cuaca. \"Saat menjelang puasa hingga Lebaran nanti kita pastikan sudah tersedia stok 15 persen di atas kebutuhan normal hingga H+15,\" tutur Gigih.

Lanjut Gigih menungkapkan, pihaknya memperkirakan penjualan gas elpiji 12 kg sampai akhir tahun 2013 mencapai satu juta ton, sedangkan gas elpiji 3 kg adalah 4,4 juta ton.

Sekedar informasi, berdasarkan data masa Lebaran 2012, tercatat penjualan elpiji meningkat antara 8-10 persen dibandingkan 2011. Untuk elpiji 12 kg, volume penyaluran harian tercatat mencapai sekitar 2.600 ton, sementara tabung 3 kg mencapai 10.000-11.000 ton.

Penyaluran elpiji 12 kg hingga periode Mei 2013 telah mencapai sekitar 400 ribu ton atau meningkat tujuh persen dibandingkan penyaluran periode sama 2012 sebesar 373 ribu ton. Untuk penyaluran elpiji 3 kg hingga Mei 2013 mencapai 1,74 juta ton atau 8,24 persen di atas kuota APBN hingga periode tersebut sebesar 1,61 juta ton.

Keluhan kenaikan harga gas elpiji datang dari beberapa wilayah di Sleman Yogyakarta. Kenaikan harga gas elpiji 3 kg antara Rp1.000 sampai Rp2.000 per tabung. Harga elpiji 3 kg mencapai Rp15 ribu per tabung menjadi Rp16 ribu per tabung hingga Rp17 ribu per tabung. Menurut pengakuan beberapa pengecer elpiji 3 kg, pemicu kenaikan ini karena adanya penambahan biaya transportasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pengecer elpiji di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Taufik membenarkan untuk harga elpiji 3 kg mengalami kenaikan, pasca kenaikan harga BBM. Yaitu dari harga Rp15 ribu per tabung menjadi Rp16 ribu per tabung. \"Kata penyetor elpiji karena ada tambahan biaya transportasi terpaksa harga dinaikkan,\" katanya.

Menurutnya, meski ada kenaikan harga elpiji, namun untuk permintaan tabung elpiji tidak berkurang, justru malah khawatir tidak mendapatkan pasokan dari agen. Tetapi untuk pengiriman tetap berjalan lancar. Sehingga stok elpiji masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Warga Karangmojo, Purwomartani, Wahyu mengatakan, adanya kenaikan harga ini, sudah diprediksi sebelumnya. Sehingga tidak kaget saat harga naik. Justru yang sempat membuatnya was-was yaitu saat kenaikan BBM, persediaan elpiji 3 kg menjadi langka. Sebab dengan kelangkaan tersebut tentunya akan merepotkan warga. \"Untungnya, walau ada kenaikan harga persediaan elpiji 3 kg di pengecer tetap tersedia, meskipun untuk harga per tabung ada kenaikan. Namun, mau bagaimana lagi, meski naik tetap membeli,\" katanya.

Related posts