AAUI Catat Premi Bruto Naik 14,8% di Kuartal Pertama - Kendaraan Bermotor Mendominasi

NERACA

Jakarta - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi bruto asuransi umum pada kuartal I-2013 mencapai Rp10,59 triliun, atau tumbuh 14,8% bila dibandingkan pada kuartal I-2012, yang sebesar Rp9,23 triliun. Ketua Bidang Statistik AAUI Budi Herawan mengatakan, pendapatan premi bruto secara nominal dikontribusikan pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor.

“Untuk premi bruto kendaraan bermotor pada kuartal I-2013 itu sebesar Rp3,2 triliun. Ini mengalami pertumbuhan bila dibandingkan tahun lalu diperiode yang sama, yaitu Rp2,6 triliun, atau sekitar 19%”, kata Budi di Jakarta, Senin (1/7). Dia mengatakan, klaim bruto pada kuartal I-2013 tercatat sebesar Rp3,83 triliun, atau meningkat sebesar 6,6% bila dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2012, yakni sebesar Rp3,6 triliun.

Peningkatan klaim tertinggi tersebut dikontribusikan oleh lini usaha asuransi kendaraan bermotor, yang meningkat hingga sebesar Rp272 miliar. Secara detail, klaim bruto untuk lini usaha asuransi harta benda pada kuartal I-2012 sebesar Rp989,5 miliar menjadi Rp813,2 miliar atau menurun 17,8%. Untuk pengangkutan laut dari Rp205,8 miliar menjadi Rp237,1 miliar, atau tumbuh sebesar 15,2%.

“LossRasio di tahun 2013 mencatat pertumbuhan yang lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2012, yaitu sebesar 36,2%. Persentase terbesar tercatat pada lini usaha asuransi rekayasa sebesar 48,2%”, jelas Budi. Dia menjelaskan, adapun beberapa lini usaha asuransi yang mengalami penurunan yakni pada asuransi harta yang menurun 3,1% bila dibandingkan tahun lalu pada kuartal I sebesar Rp2,51 triliun menjadi Rp2,43 triliun di kuartal I-2013. Lalu pada asuransi rangka pesawat juga ikut menurun hingga 80,7%.

\"Untuk usaha asuransi rangka pesawat itu pada tahun 2012 di kuartal I tercatat Rp358 miliar, namun saat ini tahun 2013 hingga kuartal pertama hanya Rp69,2 miliar,\" tutur Budi. Sementara itu, pada lini usaha asuransi rekayasa juga mengalami penurunan di kuartal I-2013 hingga 5,3% di mana pada kuartal I-2012 tercatat sebesar Rp319,4 miliar menjadi Rp302,6 miliar di kuartal I-2013.

Sedangkan untuk asuransi Energi On Shore, klaim bruto menurun 11,3% lalu pada Energi Off Shore juga menurun hingga 72,2% jika dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 41,9 miliar. “Pada tanggung gugat juga mengalami pertumbuhan kuartal I 2012 sebesar Rp 14,7 miliar, atau turun sekitar 32,4% menjadi Rp10 miliar di kuartal I 2013,” imbuh Budi.

Dia melanjutkan, untuk premi bruto Reasuransi Umum pada kuartal I-2013 tumbuh 61% dari Rp514 miliar pada kuartal I-2012 menjadi sebesar Rp826 miliar pada kuartal I-2013. AAUI juga optimis kinerja industri reasuransi umum bisa tumbuh lebih baik pada waktu mendatang. Hingga kuartal I-2013 penyumbang terbesar pendapatan premi bruto adalah premi Harta Benda yang mampu tumbuh sebesar 29%, yakni pada kuartal I-2013 sebesar Rp209,2 miliar menjadi Rp269,8 miliar pada kuartal I-2013. [sylke]

Related posts