Semen Indonesia Bidik Penjualan Tumbuh 20% - Kaji Naikkan Harga 6%

NERACA

Jakarta – Tingginya permintaan pasar semen seiring pesatnya pertumbuhan properti dan infrastruktur, memberikan dampak terhadap penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Karena itu, perseroan memperkirakan volume penjualan semester satu tahun ini akan tumbuh 20% dari periode yang sama pada 2012 menjadi 12 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk, Agung Wiharto mengatakan, dengan penjualan semen 12 juta ton maka sudah hampir mencapai 50% dari target hingga akhir tahun 2013, yakni sebanyak 25 juta ton, “Dengan penjualan sebesar 12 juta ton, diperkirakan pendapatan di semester pertama 2013 dapat naik hingga 22% dari periode tahun sebelumnya sebesar Rp19,6 triliun,”katanya di Jakarta, Senin(1/7).

Dia menuturkan, pendapatan diperoleh dari kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga jual 1,5%. Lebih lanjut, Agung mengatakan ,dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), maka perseroan masih mempertimbangkan untuk menaikan harga jual lagi. \"Kalau ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mungkin naiknya bisa 5-6%,”ungkapnya.

Sebelumnya, perseroan mengklaim telah berhasil melakukan efisiensi sebesar Rp 300 miliar per tahun melalui penerapan teknologi konservasi energi. Upaya tersebut dinilai mampu mengembangkan berbagai inovasi teknologi guna mendukung kinerja perseroan, “Ini menjadi bukti bahwa perhatian khusus ke teknologi tidak akan membebani perusahaan dengan bermacam-macam biaya, tapi justru menghasilkan efisiensi,\" kata Dirut Semen Indonesia, Dwi Soetjipto.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan kapasitas produksi sebesar 14 juta ton dari tahun lalu sebesar 13 juta ton. Maka untuk memenuhi target produksi tersebut, perseroan menambah satu mesin penggilingan pabrik di Tuban.

Kepala Departemen Teknik, PT Semen Indonesia Tbk, Prasetyo Utomo pernah bilang, mesin tersebut berasal dari Jerman. Saat ini perseroan memiliki empat mesin dalam memproduksi semen, “Dengan adanya penambahan satu mesin baru, diharapkan dapat menambah kapasitas dan minggu depan mesinnya sudah bisa beroperasi,\" katanya.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan dana sebesar Rp 7 triliun untuk pembangunan dua pabrk baru di Sumatera Barat dan Jawa Tengah. Rencananya, kedua pabrik tersebut dapat dirampungkan pada tahun 2016.

Rencananya, dana untuk pembangunan kedua pabrik tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan dengan komposisi 60% dari internal dan sisanya 40% dari pinjaman bank pemerintah.

Disamping itu, perseroan juga bakal membangun pembangkit listrik Boiler Turbine Generator (BTG) II dengan kapasitas 2 x 35 megawatt. Pembangkit tersebut sudah dapat berproduksi meski baru 50 hingga 60 persen.

Pembangunan pembangkit listrik yang berlokasi di Pelabuhan Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep akan digunakan untuk mendukung proses produksi pabrik semen anak usahanya yaitu PT Semen Tonasa. Perseroan menyiapkan dana investasi sebesar US$ 123 juta untuk pembangunan pembangkit listrik BTG 2. Salah satu pembangkitt tersebut pada 30 Mei 2013 sudah mulai beroperasi.

Saat ini perseroan sudah memiliki pembangkit listrik BTG 1 dengan kapasitas 2X25 megawatt. Dengan pembangunan tersebut maka kebutuhan listrik di pabrik pun dapat terpenuhi dan dapat mengurangi jasa PLN.

Sementara untuk pabrik di Tuban, perseroan membutuhkan 7.000 ton batu bara dalam menunjang produksi semen berbagai kalori baik yang berkalori tinggi maupun berkalori rendah. Selama ini, kebutuhan batu bara masih disuplai beberapa perusahaan dan salah satunya PT Adaro Energy Tbk (ADRO). (bani)

Related posts