Pertamina Mulai Pasok Solar ke Freeport

NERACA

Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah resmi bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia dalam pengadaan high speed diesel atau lebih dikenal sebagai solar. Nantinya, Pertamina akan memasok solar ke Freeport sebesar 21 ribu kiloliter per bulan. Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan usai penandatanganan Letter of Intent jual beli High Speed Diesel di Kantor Pusat Pertamina, Senin (1/7).

Karen menjelaskan bahwa Pertamina baru kali ini menjalin kontrak dengan Freeport setelah 50 tahun menangani distribusi bahan bakar minyak. \"Dari 36 ribu kiloliter per bulan yang digunakan Freeport, 21 ribu kiloliter di antaranya berasal dari Pertamina,\" lanjutnya.

Atas dasar itu, ia berharap kerja sama lainnya mendatang, pasokan Pertamina untuk Freeport bisa bertambah. \"Jadi jangan sungkan-sungkan jika menurut Freeport ada pelayanan Pertamina yang belum memenuhi standar, kami pasti memenuhi spesifikasi teknis,\" ujar dia.

Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina, Hanung Budya mengatakan kontrak pembelian tersebut akan dimulai pada Januari 2014. \"Kontrak berlangsung selama 3 tahun rolling,\" ujarnya. Maksudnya, pasokan solar Pertamina kepada Freeport akan dilakukan selama 1 tahun dengan opsi perpanjangan setiap tahun selama dua kali dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja pasokan setiap tahunnya.

Meski baru resmi menyalurkan pada Januari mendatang, Hanung mengatakan akan dilakukan uji coba pengiriman pada dua bulan mendatang. Pertamina dalam uji coba tersebut akan melakukan pengiriman cargo pertama dengan kapasitas sebesar 10.000 kiloliter.

Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik Sutjipto mengatakan kerja sama antara kedua pihak ini merupakan bentuk dukungan pembangunan daerah. \"Jadi kami memang bukan sekedar perusahaan tambang, tapi bisa berperan untuk pembangun di daerah, tentunya juga terkait masalah energi,\" ujarnya.

Ia juga berharap kerja sama Pertamina terkait pasokan solar bisa lebih luas. Alasannya, mendatang ia memiliki rencana untuk mengembangkan pabrik semen dan hydro power. \"Dengan begitu, industri saya kira akan tumbuh,\" ujarnya.

Sebelumnya, pelumas Pertamina juga telah digunakan di seluruh armada kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang dinilai merupakan indikasi bukti pengakuan atas terujinya kualitas produk perusahaan di mata konsumen.

Sejak ditandatanganinya kerja sama itu, Pelni akan menggunakan minyak pelumas dan \"grease\" yang diproduksi oleh Pertamina di seluruh armada kapal yang dimiliki sebanyak 36 kapal, termasuk kapal-kapal baru yang nantinya akan dimiliki oleh Pelni dengan standar kualitas sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pabrikan mesin.

Sebaliknya, dalam hal pengangkutan produk dan atau produk turunan dari minyak bumi yang diproduksi dan atau dibutuhkan oleh Pertamina, Pelni akan menyediakan kapal khusus ukuran minimum 16.0000 MT dengan spesifikasi yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Pertamina.

Direktorat Pemasaran dan Niaga Unit Bisnis Pelumas saat ini merupakan produsen pelumas terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi kurang lebih 600.000 KL per tahun dengan penguasaan pasar sekitar 60 persen di pasar domestik. Baru-baru ini, Pertamina juga telah menandatangani kontrak pengadaan pelumas untuk pembangkit listrik dengan PT PLN melalui dua anak perusahannya, PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali.

Tidak hanya Freeport yang bekerjasama dengan Pertamina dalam hal pasokan BBM, Pertamina memasok BBM industri jenis High Sulfur Diesel (HSD) kepada CNOOC SES Ltd dengan nilai kontrak mencapai Rp753 miliar atau US$ 81 juta untuk periode tahun 2013. Pasokan BBM dibutuhkan untuk memproduksi minyak dan gas dari lapangan yang dikelola CNOOC SES Ltd.

Related posts