Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$590,4 Juta - Mei 2013

NERACA

Jakarta – Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2013 mengalami defisit sebesar US$590,4 juta. Dengan begitu, sepanjang Januari – Mei 2013 Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar US$2,53 miliar. Defisit tersebut berasal dari jumlah impor senilai US$78,78 miliar yang lebih besar dari jumlah ekspor senilai US$76,25 miliar.

“Sektor migas pada Mei 2013 mengalami defisit senilai US$568,6 juta, sedangkan sektor non-migas defisit senilai US$21,8 juta. Sehingga total defisit neraca perdagangan Mei sebesar US$590,4 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Senin (1/7).

Pada Mei 2013, ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,90% dibanding April 2013, yaitu dari US$14.760,9 juta menjadi US$16.074,0 juta. Bila dibandingkan dengan Mei 2012, ekspor mengalami penurunan sebesar 4,49%. Peningkatan ekspor Mei 2013 disebabkan oleh meningkatnya ekspor migas sebesar 17%, yaitu dari US$2.452,0 juta menjadi US$2.868,7 juta, demikian juga ekspor non-migas naik sebesar 7,28 % dari US$12.308,9 juta menjadi US$13.205,3 juta.

Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah sebesar 37,79% menjadi US$1.068,7 juta dan ekspor hasil minyak sebesar 22,99% menjadi US$358,2 juta. Demikian juga ekspor gas meningkat sebesar 4,10% menjadi US$1.441,8 juta.

Volume ekspor migas Mei 2013 terhadap April 2013 untuk minyak mentah dan hasil minyak naik masing-masing sebesar 41,19% dan 25,23%. Demikian juga gas naik sebesar 0,73%. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia turun dari US$100,19 per barel pada April 2013 menjadi US$99,01 per barel pada Mei 2013.

Sementara untuk nilai impor, pada Mei 2013, Indonesia melakukan impor senilai US$16.664,4 juta atau naik 1,22% jika dibanding impor April 2013. Meningkatnya nilai impor tersebut disebabkan oleh naiknya impor non-migas sebesar US$393,0 juta (3,06%), sedangkan impor migas mengalami penurunan sebesar US$192,1 juta (5,29%).

Secara lebih rinci penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya nilai impor minyak mentah dan gas masing-masing sebesar US$383,0 juta (27,34%) dan US$4,2 juta (1,88%). Sementara itu, impor hasil minyak justru meningkat sebesar US$195,1 juta (9,73%).

Hati-hati Thailand

Dalam lingkup Asean, Indonesia hanya mengalami defisit neraca perdagangan dengan Thailand. Dalam rentang Januari sampai Mei 2013, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan Asean sebesar US$94,5 juta. Namun defisit tersebut hanya disebabkan oleh Thailand, yaitu sebesar US$2,549 miliar. “Dengan negara Asean lain kita surplus,” ujar Suryamin.

Thailand adalah pangsa pasar impor non-migas terbesar ketiga bagi Indonesia untuk periode Januari sampai Mei 2013. Impor non-migas terbesar pertama diduduki oleh China dengan nilai US$11,87 miliar. Posisi kedua diduduki oleh Jepang dengan nilai impor sebesar US$8,19 miliar. Sedangkan Thailand berada pada posisi ketiga dengan nilai US$4,86 miliar. “Dari Thailand kita impor kendaraan dan barang-barang pertanian,” tandas Suryamin. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Beban Utang vs Defisit APBN

Belakangan ini sejumlah pihak membuat “gaduh” melihat membengkaknya utang pemerintah Indonesia. Meski demikian, total utang Indonesia terus bertambah dari tahun…

SMGR Akuisisi 80,6% Saham Holcim Indonesia - Kuras Kocek US$ 917 Juta

NERACA Jakarta – Ekspansi bisnis semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) semakin gemuk setelah berhasil sukses mengakuisisi saham…

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

    NERACA   Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur…

Bangun 5 Tower, Arandra Residence Sukses Jual 1 Tower

    NERACA   Jakarta – Gama Land sukses menjual tower 1 dari 5 tower Arandra Residence yang direncanakan. Senior…