Sinergisitas Indofood Kuasai Industri Pasar Mamin - Akuisisi Pepsi Senilai US$ 30 Juta

NERACA

Jakarta – Meskipun kinerja industri makanan dan minuman (Mamin) pada kuartal pertama 2013 hanya tumbuh 1,75% atau turun dibandingkan priode yang sama tahun lalu 8,01%, namun penurunan tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. Apalagi menjelang puasa, tentunya akan meningkat permintaan pasar. Keyakinan inilah yang menjadi peluang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk untuk terus menggenjot penjualan tahun ini.

Bahkan begitu yakinnya pasar penjualan Mamin tahun ini, perseroan melalui anak usahanya PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM) berhasil mengakuisisi seluruh saham PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB) dengan harga US$ 30 juta,”Kami telah menjalin kerja sama dengan PepsiCo dalam jangka waktu lama. PCIB akan dikonsolidasikan dengan IASB dan AIBM di bidang minuman non-alkohol,”kata Direktur Utama dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Anthoni Salim di Jakarta kemarin.

IASB dan AIBM akan mengakuisisi saham PCIB masing-masing 15.000 lembar dan 264.113.930 lembar. PCIB tetap memproduksi dan memasarkan produk PepsiCo selama dalam proses maupun setelah selesainya akuisisi.

Anthoni mengatakan, bergabungnya ketiga perusahaan akan mengukuhkan posisi mereka untuk menjadi salah satu pemain utama di industri minuman non-alkohol di Indonesia dan mempercepat pertumbuhan perusahaan.

Presiden dan CEO Asahi Group Holdings Ltd Naoki Izumiya mengatakan, masuknya PCIB merupakan sebuah langkah besar dan akan mempercepat upaya membangun portofolio produk yang lebih luas dan lengkap di pasar minuman non-alkohol,”Dengan memanfaatkan kekuatan ketiga perusahaan, kami berharap dapat menghadirkan produk berkualitas yang dapat memenuhi selera konsumen Indonesia dalam waktu dekat,\" katanya.

IASB dan AIBM merupakan perusahaan patungan antara PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd, anak perusahaan Asahi Group Holdings Ltd, yang berkedudukan di Singapura untuk menjalankan kegiatan usaha minuman nonalkohol di Indonesia.

Sedangkan PCIB merupakan perusahaan patungan antara PT Gapura Usahatama, salah satu perusahaan Salim Group, dan Seven-Up Nederland BV, perusahaan afiliasi PepsiCo Inc. PCIB bergerak di bidang produksi, pemasaran dan distribusi eksklusif terhadap produk-produk minuman non-alkohol merek PepsiCo. PCIB juga menangani produksi, pemasaran dan distribusi produk mereka sendiri seperti \"Fruitamin\" dan \"Tekita\". PCIB mencatatkan penjualan bersih Rp714,4 miliar pada 2012.

Akuisisi Pabrik Gula

Ambisi Indofood menguasai pasar komoditas di Indonesia, juga diperkuat dengan aksi korporasi perseroan yang telah mengakuisisi 50% saham pabrik gula asal Brazil yaitu Companhia Mineira de Acucar el alcool Participaccoes (CMAA) melalui anak usahanya yang tercatat di bursa Singapura, PT Indofood Agri Resources Ltd,”Sehubungan dengan penyelesaian akuisisi tersebut di atas, maka CMAA Group telah menjadi entitas patungan perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 50%,”kata Direktur Indofood Agri Resources Mark Wakeford.

Mark menjelaskan, proses akuisisi rampung dengan harga pembelian senilai R$ 143,4 juta atau senilai dengan US$ 66,1 juta yang dilunasi pada 25 Juni kemarin. Rencana akuisisi ini sudah dimulai sejak awal tahun, dimana untuk dapat mengakuisisi perseroan mendirikan anak usaha baru yaitu IFAR Brazil Pte Ltd, yang selanjutnya juga mendirikan IndoAgri Brazil Participacoes Ltd (IndoAgri Brazil) dan seluruh sahamnya dimiliki oleh perseroan.

Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk juga telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan pengolahan sayur China Minzhong Food Corporation Limited (CMFC) dari 14,95% menjadi 29,33%. Penambahan porsi kepemilikan saham tersebut menyusul selesainya aksi penyertaan modal China Minzhong Food pada akhir Februari lalu. Penambahan porsi saham dilakukan oleh Indofood dengan membeli 94,2 juta lembar saham milik Tentrad Ventures Pte Ltd melalui Bursa Efek Singapura dengan harga per lembar saham sebesar SIN$ 1,12.

Sebagai informasi, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, mencatatkan penurunan laba bersih pada triwulan pertama 2013. Penjualan neto konsolidasi perseroan tumbuh, tetapi lonjakan beban biaya operasional perseroan melatarbelakangi kondisi itu.

Laba Indofood yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sekitar 11,4% menjadi Rp 722,4 miliar dari nilai laba pada periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 815 miliar. Margin laba bersih melemah menjadi 5,6% dari sebelumnya 6,9%. Profit induk Indofood sepanjang triwulan pertama tahun ini juga menurun sekitar 7,6 % menjadi Rp 744 miliar dari raihan pada periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 805,6 miliar. (bani)

Related posts