Indonesia – Vietnam Perkuat Kerjasama Dagang - Ekonomi Bilateral

NERACA

Jakarta - Indonesia dan Vietnam mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan membangun industri yang bernilai tambah dan investasi. Kesamaan faktor penguat ekonomi dan tantangan yang dihadapi dinilai bisa meningkatkan kerjasama diantara kedua negara.

“Indonesia dan Vietnam memang memiliki banyak kesamaan dan sebenarnya bisa saling melengkapi. Sekarang ini, baik Indonesia maupun Vietnam tengah membangun ekonomi kuat yang didasarkan pada industri yang bernilai tambah,” kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto dalam Forum Bisnis dengan delegasi Vietnam yang dipimpin langsung presidennya, Truong Tan Sang di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Suryo, pasar domestik yang cukup besar dengan pertumbuhan kelas menengah memiliki peranan penting untuk menumbuhkan industri dan memperkuat daya beli barang-barang konsumsi. Kadin mencatat, total perdagangan tahun lalu diantara kedua negara hampir mencapai USD5 miliar. Menurut Suryo, jumlah ini bisa jauh lebih tinggi bila diperkuat dengan adanya kemitraan bisnis yang potensial. “Kemitraan bisa ditingkatkan bukan hanya dalam perdagangannya saja, tetapi juga investasi untuk mencapai hasil kerjasama ekonomi yang maksimal”.

Dalam forum bisnis tersebut, dibahas mengenai berbagai peluang kerjasama dan investasi yang melibatkan sejumlah perusahaan BUMN dan swasta Indonesia yang sudah diinvestasikan di Vietnam seperti sektor properti dan semen. “Kita berharap bahwa ini adalah sebuah tren yang positif dimana akan lebih banyak perusahaan Indonesia bisa melangkah keluar untuk berinvestasi di luar negeri, khususnya di negara tetangga terdekat seperti Vietnam,” ungkap Suryo.

Suryo menilai, kerjasama bisnis diantara kedua belah pihak bisa mencapai hasil yang baik dengan memiliki mitra lokal yang juga baik. Menurutnya, mitra lokal baik untuk bisnis di Vietnam maupun di Indonesia dapat membantu memberikan informasi dan menangani aturan yang berlaku, yang mungkin membingungkan pelaku usaha ketika mengembangkan bisnis di negara asing.

Belajar Pengelolaan

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswo Utomo menuturkan bahwa negara Vietnam juga ingin belajar mengelola sumber daya mineral, terutama batu bara, dari Indonesia. Hal itu dikarenakan Indonesia dianggap negara paling sukses mengekspor batu bara ke luar negeri yang mencapai 340 juta ton. \"Vietnam ingin dapat kolaborasi eksplorasi dan eksploitasi mineral resource, termasuk batu bara dan lain-lain. Kita nggak ada target spesifik,\" jelas Susilo.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) itu untuk mempertegas pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Vietnam sebagai payung implementasinya.

Perusahaan antar kedua negara telah melakukan kerjasama sebelumnya. Seperti Petroviet yang pernah mengerjakan beberapa blok minyak di Indonesia dan perusahaan Pama yang bergerak di sektor batu bara. \"Tadi saya tawarkan kita ada badan pendidikan dan latihan pegawai, terdiri dari ribuan orang, fasilitasnya juga bagus, saya tawarkan ke beliau kalau berminat kita welcome,\" kata Susilo.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia dan Vietnam sepakat untuk meningkatkan perdagangan. Pada 2012 lalu, kerja sama perdagangan dua negara berhasil mencapai USD 4,8 miliar atau setara dengan Rp 47,66 triliun.

Dalam waktu lima tahun ke depan, nilainya diharapkan bisa meningkat menjadi USD 10 miliar atau setara dengan Rp 99,29 miliar. \"Optimis dapat kami capai. Tahun 2018 bahkan jadi USD 10 miliar,\" kata SBY saat konferensi pers bersama Presiden Vietnam, Truong Tan Sang di Istana Merdeka.

Pemerintah akan mendorong pengusaha-pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di negeri sosialis tersebut. Terutama di bidang infrastruktur, energi dan batu bara. Selain itu, kerja sama juga dilakukan di bidang ketahanan pangan dan pertanian, seperti beras.

\"Di bidang energi, kami juga sepakat meningkatkan kerja sama, termasuk keinginan Indonesia untuk ikut membangun PLTU maupun proyek-proyek batu bara yang ada di Vietnam,\" paparnya.

Selain menandatangani perjanjian di bidang perdagangan dan pangan, kedua negara sepakat untuk saling mendukung industri pertahanan. Sedangkan di bidang hukum, Vietnam menyepakati perjanjian ekstradisi.

Related posts