Konsumsi BBM Bakal Melonjak 20% - Momen Hari Lebaran

NERACA

Jakarta - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat Indonesia untuk setiap harinya sudah terbilang cukup tinggi. Menurut data yang ada, penggunaan BBM saat hari biasa atau normal mencapai 80.000 kilo liter per hari. Dari data penggunaan BBM tersebut, pemerintah memprediksi penggunaan BBM saat arus mudik akan naik hingga 20% dari hari biasa atau normal.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo menyatakan bahwa konsumsi BBM akan naik sebesar 20% pada saat arus mudik Lebaran 2013 mendatang. \"Kenaikannya kira-kira 20% dari konsumsi normal yang sebesar 80.000 kilo liter per hari,\" kata Susilo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Susilo mengatakan, kenaikan jumlah konsumsi BBM tersebut merupakan hal wajar yang jauh berbeda pada saat akan kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu yakng konsumsinya mencapai 90.000 hingga 100.000 kilo liter. \"Terkait dengan pasokan, akan normal saja tidak ada lonjakan yang berarti,\" ujar Susilo.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang Lebaran yang menggunakan angkutan udara pada mudik 2013 diprediksi meningkat 11,7% menjadi 3.756.464 penumpang. Sedangkan untuk angkutan laut, jumlah pemudik diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga 5% dari tahun sebelumnya, dari 1.585.554 penumpang di 2012 menjadi 1.664.832 pada 2013.

Untuk angkutan darat diprediksi akan meningkat 3,72 % dari 5.998.162 di 2012 menjadi 6.221.563 penumpang pada 2013, dan angkutan sungai, danau dan penyebrangan (ASDP) diperkirakan akan mengalami kenaikan 1,76 % dari 3.276.851 orang menjadi 3.334.425 orang dengan jumlah terbanyak di penyeberangan Merak-Bakauheuni.

Selain itu, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan kereta api diprediksi mengalami peningkatan 0,62 persen dari tahun lalu sebanyak 3.102.386, sementara tahun ini diperkirakan menjadi 3.121.553 penumpang.

Asumsi BBM

Di tempat berbeda, Pemerintah dan Komisi VII DPR sepakat menetapkan asumsi volume bahan bakar minyak bersubsidi 48 juta kiloliter dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013. Ini berarti ada penambahan kuota BBM bersubsidi 2 juta kiloliter dibandingkan asumsi kuota BBM dalam APBN 2013.

Menurut Ketua Komisi VII DPR Sutan Bathoegana, asumsi volume BBM bersubsidi dalam RAPBN-P 2013 ditetapkan 48 juta kiloliter, terdiri dari Premium dan bioetanol 30,77 juta kl, minyak tanah 1,2 juta kl, minyak solar dan biodiesel 16,03 juta kl.

Ini berarti naik sekitar 2 juta kiloliter dibandingkan volume BBM bersubsidi dalam APBN 2013 sebanyak 46,01 juta kl. Sebagai perbandingan, realisasi konsumsi BBM bersubsidi pada 2012 sebanyak 45,07 juta kl atau meningkat 3,28 juta kl.

Adapun kuota BBM bersubsidi dalam APBN 2013 sebanyak 46,01 juta kl atau hanya bertambah 1,06 juta kl dibandingkan realisasi konsumsi BBM bersubsidi tahun lalu. Karena itu, pemerintah memperkirakan, konsumsi BBM bersubsidi pada 2013 bisa mencapai 49 juta kl jika tidak ada pengendalian BBM bersubsidi.

Jero Wacik menjelaskan, penambahan kuota BBM bersubsidi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan BBM yang terus meningkat.Pertimbangannya, asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini 6,2 % dengan perkiraan penjualan mobil 1,1 juta unit dan volume penjualan sepeda motor 7,1 juta unit. \"Apalagi perbedaan harga pada Januari-April 2013 Rp 5.400 per liter sehingga mayoritas kendaraan pribadi masih memakai premium,\" ujarnya.

Namun, Fraksi PDI Perjuangan Komisi VII DPR menyatakan, volume BBM bersubsidi seharusnya ditetapkan sebesar 50 juta kiloliter dengan catatan tidak ada lagi penambahan kuota BBM bersubsidi tahun ini. Selain itu, ada jaminan suplai solar bersubsidi ke nelayan dan realisasi program konversi BBM ke bahan bakar gas.

Konsumsi Subsidi

Sebelumnya, Senior Vice Presiden Feul Marketing and Distribution PT Pertamina, Suhartoko mengungkap sebagian besar kuota BBM subsidi tahun 2013 memperkirakan konsumsi BBM subsidi akan melebihi dari kuota yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar 5,5 juta KL.

Seperti diketahui dalam APBN 2013, kuota BBM subsidi ditetapkan sebesar 46,01 juta KL dengan rincian Premium 29,20 Juta KL, Solar 15,11 juta KL dan Minyak Tanah 1,7 juta KL. \"Melihat tren peningkatan konsumsi BBM subsidi yang meningkat hingga 11% tahun ini, diperkirakan kuota BBM subsidi akan melewati kuota APBN,\" terang Suhartoko.

Dikatakan Suhartoko, jika tidak dilakukan berbagai upaya untuk mengerem konsumsi BBM subsidi, maka konsumsi Premium tahun ini akan melebihi kuoata sebesar 3-3,5 juta KL atau sekitar 32,7 juta KL. Sedangkan konsumsi Solar diperkirakan akan melebihi kuata sebesar 2 juta KL atau mencapai 17,11 juta KL. \"Kalau tanpa ada upaya inisiatif untuk mengerem konsumsi BBM subsidi, Premium konsumsinya bisa lebih 3-3,5 juta KL, Solar lebih sekitar 2 juta KL,\" ungkap Sohartoko.

Seperti diketahui, subsidi BBM pada 2013 ditetapkan sebesar Rp 193 triliun. Jika tidak dilakukan berbagai upaya maka diperkirakan subsidi BBM tahun ini akan mencapai lebih dari Rp 200 triliun.

Related posts