BBM Naik, Astra Internasional Belum Revisi Target - Masih Andalkan Penjualan Otomotif

NERACA

Jakarta – PT Astra International Tbk (Astra) menyatakan pihaknya optimis dengan penjualan yang telah ditargetkan untuk tahun ini meski harga bahan bakar (BBM) bersubsidi dan tarif dasar listrik (TDL) alami kenaikan.“Kami optimis meski ada kenaikan BBM dan TDL, karena ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh dan kelas menengah masih terus tumbuh. Otomotif terus membaik,apalagi sepeda motor. Target Astra otomotif disesuaikan oleh market”, ujar Direktur PT Astra International Tbk, Djoko Pranoto di Jakarta, Minggu (30/6).

Dia juga menambahkan bahwa bahwa hingga tahun 2012 lalu, penjualan pada sektor otomotif tetap paling banyak berkontribusi hingga 60%. “Otomotif masih paling banyak berkontribusi, namun diharapkan pada tahun ini otomotif dan sektor lainnya berkontribbusi sama, 50-50”, jelas dia.

Sementara itu, mengenai bisnis perseroan di sektor perkebunan yaitu kelapa sawit diakuinya terus tumbuh. Setiap tahun Astra membuka lahan baru yang hingga saat ini mencapai 300 ribu hektar. Keseluruhan hasil perkebunan kelapa sawit diekspor perseroan ke luar negeri. “Sama dengan kelapa sawit, batubara tahun lalu berhasil mencapai 5 juta ton yang di distribusikan ke grup Astra”, tambah dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Astra mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini mencapai Rp 15,5 triliun, naik dari capex terkonsolidasi tahun lalu sebesar Rp 13 triliun. Hingga kuartal I, usaha yang terkonsolidasi sudah merealisasikan penyerapan capex hingga 17%, anak usaha lainnya juga telah menyerap capex pada kisaran yang sama.

Belanja Modal

Pada capex tahun ini, terdapat perubahan komposisi capex di sektor infrastruktur karena ekspansi cukup besar di sektor tersebut. Akibatnya, belanja modal sektor infrastruktur tercatat sebesar Rp 2,8 triliun yang digunakan untuk mengambil alih pelabuhan di Kalimantan Timur, yaitu Iskal.

Selain itu, Grup Astra aktif untuk masuk ke sektor pembangkit listrik. Saat ini, perseroan masih terus menjajaki investasi pembangkit listrik tenaga hydro dan ikut tender pembangkit listrik berkapasitas 200 megawatt (MW) dari PLN. Selain itu, ekspansi ke pembangkit listrik juga akan dilakukan untuk Mulut Tambang sebesar 2X300 MW, dengan kepemilikan minoritas. Perseroan juga mengincar proyek PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10.

Di sisi lain, perseroan menurunkan nilai capex di sektor penjualan alat berat menjadi Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun. Sementara alokasi terbesar capex tahun ini tetap diserap divisi automotif mencapai Rp 8,4 triliun. Divisi tersebut akan mengembangkan usaha automotif melalui anak usahanya, Astra Otoparts untuk penambahan outlet dan manufaktur.

Capex Astra Daihatsu juga mengalami kenaikan dari tahun lalu Rp 7 triliun menjadi Rp 8,4triliun di tahun ini. Capex juga akan digunakan untuk pengembangan sektor agribisnis sekitar Rp 3,3 triliun. Sementara itu, pada acara AGL Astra membagikan bibit pohon dan tanaman kaktus bagi pengunjung sebagai wujud dari gaya hidup ramah lingkungan.

Sebanyak 2.000 peserta melakukan jalan sehat dengan rute sepanjang 3,1 km. AGL sendiri adalah acara kampanye gaya hidup ramah lingkungan bersama Astra dengan harapan setiap pengunjung mendapat inspirasi untuk hidup ramah lingkungan. (nurul)

Related posts