Baturaja Akuisisi Lahan Senilai Rp 325 Miliar - Targetkan Produksi Dua Juta Ton

NERACA

Jakarta – Guna memenuhi target produksi tahun ini sebesar 2 juta ton, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) tengah membidik tiga lahan untuk diakuisisi. Dimana dua lahan di Sumatera Selatan sekitar 500 hektar dan di Jambi seluas 100 hektar.

Direktur Utama Baturaja Pamudji Rahardjo mengatakan, perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 325 miliar untuk pengembangan lahan tersebut, “Kita berusaha menguasai tiga tempat untuk Sumsel 2, Jambi 1. Tiga-tiganya siupnya sudah ada. Sekarang semuanya tinggal menunggu proses eksplorasinya,\" katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Tahun ini, perseroan akan terus menggenjot untuk meningkatkan kapasitas produksi sebesar 750 ribu ton dari 1,25 juta ton di tahun lalu akan menjadi 2 juta ton di tahun ini. Makanya, guna meningkatkan kapasitas produksi, perseroan akan membagun pabrik Baturaja dua.

Di samping itu, dia mengatakan, untuk rencana jangka panjang perseroan akan membidik kapasitas produksi hingga 3,8 juta ton pada tahun 2016 mendatang,”Kita fokus jangka panjang tahun 2016 akan punya 3,8 juta ton kapasitasnya fokus di Sumsel. Itu kurang lebih baru sekitar 50% dari demand jadi masih sangat kuat dan pasar masih akan terserap tetapi. Berikutnya kedepan, perseroan masih punya rencana jangka panjang tapi belum dilegalkan dalam RUPS,\" ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan bisa menghasilkan kapasitas produksi sebesar 6-7 juta ton per tahun, di tahun 2025 akan bisa mencapai 10 juta ton per tahun sehingga perseroan bisa mencapai tingkat internasional.\"Kita juga punya rencana sampai 2020 sekitar 6-7 juta ton, 2025 sebesar 10 juta ton. Semua ini tidak hanya di Sumsel tapi keluar daerah ini sehingga lebih besar. Jadi bisa juga go internasional,\" kata Pamudji.

Mencatatkan saham perdana di pasar modal, saham SMBR dibuka naik 5,36% menjadi Rp590 dari harga perdana Rp560 per lembar saham. Saham SMBR sempat menyentuh level tertinggi ke posisi Rp700 per lembar saham. Saham SMBR ditransaksikan sebanyak 574 kali dengan volume perdagangan sebanyak 59.000 lembar saham senilai Rp20 miliar.

Kata Pamudji Rahardjo, pencatatan perdana saham perseroan saat ini merupakan wujud komitmen untuk menjadi sebuah perusahaan publik di bursa untuk bisa semakin tumbuh dari sisi kinerja dan tata kelola perusahaan (GCG).

Sementara Direktur Penilaian Perusahan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen menilai, kenaikan harga saham PT Persero Semen Baturaja Tbk menunjukkan optimisme investor terhadap badan usaha milik negara (BUMN),”Masuknya BUMN diharapkan menambah optimisme positif bagi investor. Bukan hanya itu, perusahaan lainnya juga diharapkan ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pasar modal domestik,\" ujarnya.

Tahun ini, PT Semen Baturaja Tbk menjadi satu-satunya BUMN yang melakukan penawaran saham perdana (IPO). Saat ini total BUMN yang tercatat sahamnya di BEI baru sebanyak 20 perusahaan. (bani)

Related posts