Kenaikan BBM Jadi Sentimen Positif Investor

Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dirasakan sebagian pelaku pasar di Yogyakarta sebagai sentimen positif. Pasalnya, banyak investor lokal maupun nasional memburu saham pasca kenaikan BBM.

Kepala Pusat Investasi Pasar Modal Daerah Istimewa Yogyakarta Irfan Nooor Riza mengatakan, kenaikan harga BBM mendapatkan sentimen positif dari investor lokal maupun nasional, “Dengan pemerintah mengetok palu kenaikan harga BBM justru banyak investor yang berbondong-bondong melakukan pembelian investasi yang dibuktikan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan 77 poin menuju 86 poin,\" katanya di Yogyakarta, Sabtu kemarin.

Dia mengatakan, iklim positif investasi di DIY dipicu optimisme investor atas memulihnya perekonomian Indonesia pascakenaikan harga BBM.\"Berkat sosialisasi dari kami juga, para investor lokal DIY mulai memahami bahwa kenaikan BBM akan berdampk positif terhadap perekonomian Indonesia,”tuturnya.

Selain itu, masih stabilnya investasi asing di pasar modal nasional yang mejadi katalis positif hingga bertahan 4.800, kata dia, juga merupakan pendorong bertahannya investor lokal dalam menanam saham.

Menurut Irfan, dengan saham yang masih murah, tentu tidak akan dilewatkan para investor untuk belanja sabanyak-banyaknya. Ditambah lagi, iklim investasi di DIY sempat mengalami penurunan justru saat pemerintah masih menunda kenaikan BBM.

Alasannya, dengan penundaan kenaikan BBM kemarin banyak yang hanya melakukan aksi \"wait and see\" karena masih ragu dengan kondisi pasar. Selain itu, kata dia, kenaikan BBM bersubsidi juga tidak diikuti dengan penurunan jumlah investor melainkan sebaliknya, “Hingga saat ini jumlah investor lokal 5.200 orang dan sudah akan ada penambahan 250 investor baru,\"ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, memasuki bulan Ramadhan diprediksikan investor akan mulai melakukan profit taking untuk persiapan kebutuhan lebaran, “Jadi nanti saat memasuki bulan puasa mereka akan berbondong-bondong melakukan aksi \"profit taking\" untuk keperluan lebaran,\"tandasnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…

Apkasi Sambut Baik Kenaikan Gaji Perangkat Desa

Apkasi Sambut Baik Kenaikan Gaji Perangkat Desa NERACA Jakarta - Pemerintahan desa yang juga memiliki andil cukup besar dalam menjalankan…

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…