IHSG Diproyeksikan Menguat Terbatas

NERACA

Jakarta – Minat investor lokal semakin besar untuk mengkoleksi saham-saham murah dan kondisi ini terus memicu investor asing kembali menggelontorkan dananya di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, awal pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan melanjutkan penguatan.

Analis pasar modal dari Panin Sekuritas Purwoko Sartono memperkirakan indeks BEI awal pekan akan menguat walau terbatas, “Awal pekan ini, kami proyeksikan IHSG BEI akan bergerak \'mixed\' dengan kecenderungan menguat terbatas di tengah ancaman aksi ambil untung oleh investor,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Pergerakan indeks BEI, kata dia, juga diindikasikan dipengaruhi oleh aksi \"window dressing\" oleh pelaku pasar saham pada semester pertama tahun ini. Window dressing\" merupakan sebuah strategi yang dilakukan oleh perusahaan pengelolaan dana untuk meningkatkan kinerja portofolio.

Selain faktor internal, dia mengatakan komentar beberapa petinggi the Fed bahwa stimulus keuangan AS kemungkinan masih akan berlanjut menyusul revisi produk domestik bruto (PDB) AS yang turun.\"Kami perkirakan indeks BEI pada awal pekan depan bergerak di kisaran 4.750--4.890 poin,”ungkapnya.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin, indeks BEI ditutup menguat 143,146 poin (3,06%) ke level 4.818,895. Sementara Indeks LQ45 melesat 30,612 poin (3,96%) ke level 803,999. Kata Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi, secara teknikal kenaikan IHSG BEI pada Jumat menghasilkan sinyal \"golden cross\" pada indikator MACD (Moving Average Convergence-Divergence).

Sementara untuk awal pekan, dirinya memperkirakan indeks BEI akan menguat terbatas untuk bergerak di kisaran 4.880--4.720 poin. Saham-saham yang layak dikoleksi adalah Gudang Garam (GGRM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan Indocement Tunggal Prakasa (INTP).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, investor asing getol belanja saham seharian. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 966,32 miliar di seluruh pasar. Aksi beli dorong oleh maraknya sentimen positif dari pasar global dan regional. Seluruh indeks sektoral pun akhirnya ditutup kompak menguat di zona hijau.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 182.063 kali pada volume 5,162 miliar lembar saham senilai Rp 7,790 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 83 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup akhir pekan dengan kompak menguat di zona hijau setelah diawal bergerak mixed. Pasar saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari tiga persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.300 ke Rp 50.600, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.050 ke Rp 28.150, Indocement (INTP) naik Rp 1.450 ke Rp 24.450, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.350 ke Rp 30.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 550 ke Rp 7.000, Holcim (SMCB) turun Rp 300 ke Rp 2.450, Waran Nusa Raya (NRCA-W) turun Rp 190 ke Rp 650, dan Matahari (MPPA) turun Rp 125 ke Rp 2.925.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melesat 77,974 poin (1,67%) ke level 4.753,723. Sementara Indeks LQ44 melonjak 17,273 poin (2,23%) ke level 790,660. Saham-saham di sektor agrikultur terkena aksi ambil untung, tapi koreksi ini tidak membuat laju penguatan IHSG terhambat. Pasalnya sembilan dari sepuluh sektor industri naik masih bisa naik cukup tinggi.

Saham-saham lapis dua jadi incaran berkat harganya yang masih murah. Investor asing juga terpantau melakukan aksi beli atas maraknya sentimen positif dari pasar global dan regional.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 98.793 kali pada volume 2,496 miliar lembar saham senilai Rp 3,223 triliun. Sebanyak 144 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 2.200 ke Rp 31.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.350 ke Rp 27.450, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 23.900, dan Matahari (LPPF) naik Rp 850 ke Rp 11.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Finance (ADMF) turun Rp 400 ke Rp 8.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 18.850, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 150 ke Rp 6.250, dan Eatertainment (SMMT) turun Rp 100 ke Rp 5.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 46,73 poin atau 1,00% ke posisi 4.722,48, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 11,88 poin (1,54%) ke level 785,27. Analis Samuel Sekuritas, Yualdo T Yudoprawiro menambahkan, IHSG diawal diperkirakan bergerak di area positif seiring masih baiknya sentimen dari bursa regional dan ekspektasi terjadinya \"window dressing\" pada akhir pekan ini.

Namun demikian, lanjut dia, potensi aksi ambil untung bisa terjadi setelah indeks BEI menguat sekitar 5,8% dalam dua hari terakhir. Bursa regional di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 185,05 poin (0,91%) ke level 20.625,13, indeks Nikkei-225 naik 300,37 poin (2,27%) ke level 13.514,00, dan Straits Times menguat 26,60 poin (0,88%) ke posisi 3.145,87. (bani)

Related posts