Summarecon Investasikan Dana Rp 580 Miliar - Bangun Mal Bekasi

NERACA

Bekasi – Makin pesatnya pertumbuhan ekonomi di sekitar pinggiran kota Jakarta, menjadi alasan PT Summarecon Agung Tbk membangun pusat perbelanjaan modern atau di kota Bekasa. Perseroan habiskan setidaknya Rp 580 miliar untuk membangun Summarecon Mal Bekasi (SMB) yang mulai beroperasi pada akhir pekan kemarin.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki mengatakan, jumlah dana yang telah digelontorkan perseroan untuk membangun mal tersebut kemungkinan akan bertambah lagi, hal ini karena secara keseluruhan pembangunan mal belum 100% selesai,”Hingga saat ini kami telah habiskan Rp 580 miliar, dananya sebanyak Rp 550 miliar kami dapat dari pinjaman bank Mandiri dan sisanya kas internal,”ujarnya di Bekasi akhir pekan kemarin.

Diakuinya, biasanya perseroan membangun suatu kawasan setelah 5 tahun membangun kawasan sebelumnya, namun melihat perkembangan di Summarecon Bekasi, pihaknya tergiur untuk membangun SMB karena kawasan ini cukup menjanjikan.

Berdampingan dengan SMB, perseroan juga sedang membangun hotel Harris dan pihak hotel Harris nantinya yang menjadi operatornya. Kedepan, tidak menutup kemungkinan untuk membangun hotel lain di kawasan tersebut. “Untuk saat ini kami baru bekerjasama dengan Harris Hotel, kami yang bangun namun nantinya mereka dapat management fee”, ungkap dia.

Rencananya, perseroan akan membangun dua kawasan di wilayah jabodetabek, hanya saja perseroan belum mau mengungkapkan wilayah pastinya. “Kedepan, kita akan bangun dua kawasan di tahun ini, namun saya belum bisa mengungkapkan letak persisnya dimana, masih wilayah Jabodetabek, belum ada rencana ekspansi keluar wilayah ini”, jelas dia.

Keberadaan SMB dan 2 mal pendahulunya yang terletak di Kelapa Gading dan Serpong atau dengan kata lain tidak berada di tengah Jakarta, lanjutnya, dikarenakan mencari lahan untuk di tengah Jakarta saat ini sulit, sehingga belum ada kemungkinan untuk melakukan pembangunan kawasan Summarecon di Jakarta.

Belanja Modal

Perseroan hingga saat ini telah menyerap dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak 1/3 dari dana yang telah disiapkan sebesar Rp 1,5 triliun. “Baru sepertiganya yang kami serap untuk ekspansi dan usaha perseroan,”kata Johanes Mardjuki.

SMB sendiri telah diisi oleh 91% tenant dan 75% dari jumlah tersebut sudah mulai beroperasi. Pihak SMB sendiri memberikan bebas biaya sewa selama 6 bulan bagi tenant yang ikut membuka gerai di acara tersebut. Namun, gratis biaya sewa tersebut akan diberikan terhitung mulai tahun depan. Harga sewa juga terbilang tidak murah sekitar US$ 18 per meter persegi dan service charge US$ 11 per meter persegi setiap bulannya.

SMB merupakan protofolio komersial ritel terbaru dengan total luas bangunan 80.000 meter persegi. Tercatat tenant seperti Star Department Store, The FoodHall Supermarket, ACE Hardware, Best Denki dan Cinema XXI ikut meramaikan pembukaan SMB.

Serupa dengan dua mal sebelumnya, SMB dirancang dengan mengadopsi lifestyle mall. Terutama penekanan pada konsep The DownTown Walk yang merupakan destinasi kuliner lengkap dengan area makan terbuka. The Downtown Walk SMB terdiri atas dua lantai, dilengkapi jaringan internet wifi dan LED berukuran 11 x 8.

Dengan beroperasinya SMB ini, perseroan mengharapkan mendapat tambahan sumber pendapatan berulang yang dihitung per tahun fiskal 2014 senilai Rp 130 miliar. Sehingga kontribusi recurring income terhadap total revenue naik sebesar 30% dari sebelumnya 25%. (nurul)

Related posts