SCG Wujudkan Mimpi Pelajar Indonesia

Sebagai bentuk kepedulian sosial, perusahaan berbendera SCG kembali menghadirkan “Sharing the Dream”, sebuah program beasiswa yang mengedepankan nilai-nilai budaya bagi seluruh anak Indonesia.

NERACA

Banyak anak usia wajib belajar mengalami putus sekolah lantaran harus bekerja menopang perekonomian keluarganya. Ironis, keadaan ini harus dialami oleh mereka dikala pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang jaya-jayanya. Ya, inilah fakta sesungguhnya yang ada dilapangan. Ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia tak henti disorot dunia, bahkan diprediksi akan mengungguli dua kekuatan ekonomi Eropa, Prancis dan Inggris, keadaan ini sama sekali tidak mempercantik wajah pendidikan di Indonesia.

Bagaimana tidak? Ternyata, peningkatan jumlah anak putus sekolah di Indonesia cukup mengerikan. Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa.

Sedangkan menurut Kemendikbud, dari 100% anak-anak yang masuk SD, yang melanjutkan sekolah hingga lulus hanya 80%. Dari 80% yang lulus SD, hanya sekitar 61% yang melanjutkan ke SMP maupun sekolah setingkat lainnya, dan yang lulus hanya sekitar 48%. Sementara itu, dari 48% tersebut, yang melanjutkan ke SMA tinggal 21% dan berhasil lulus hanya sekitar 10%. Sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 1,4%.

Melihat hal tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan berbagai program demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun bagaimanapun juga, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Untuk itu peran berbagai sektor, khususnya dunia usaha demi memajukan pendidikan mutlak diperlukan.

Seperti yang telah dilakukan oleh SCG, salah satu pemimpin konglomerat di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama: SCG Cement-Building Materials, SCG Chemicals, dan SCG Paper melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam hal ini SCG memberikan beasiswa kepada 300 pelajar yang memiliki mimpi untuk masa depan yang ditujukan sebagai bentuk apresiasi terhadap keluarga, secara proaktif berkontribusi bagi masyarakat dan memiliki nilai akademik yang baik.

Ditemui pada acara penyerahan beasiswa belum lama ini, Presiden dan CEO SCG Kan Trakulhoon mengatakan, Melalui program ini, SCG ingin mendorong penerapan nilai-nilai budaya termasuk rasa terima kasih kepada keluarga dan kontribusi proaktif terhadap masyarakat kepada generasi muda Indonesia. Hal ini sejalan dengan filosofi SCG yang percaya terhadap nilai dari tiap individu.

“Kami percaya apabila kita dapat menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda pemimpin bangsa, niscaya hal ini pun akan menentukan kesuksesan dari bangsa tersebut,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, SCG bekerja sama dengan Ancora Foundation untuk memilih 300 pelajar dari 24 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta, Cikampek, Karawang, Cileungsi, Bogor, Serpong Tangerang, dan Sukabumi.

Salah satu syarat mengajukan beasiswa adalah para pelajar diharuskan untuk mengumpulkan karangan berjudul \\\"Mimpiku\\\". Psikolog nantinya akan mengevaluasi karangan ini untuk menilai visi, misi, dan nilai pribadi yang tertuang. Selain itu, komite Sharing the Dream juga mengunjungi rumah-rumah pelajar guna memastikan karangan tersebut disusun berdasarkan fakta yang ada.

Tahun ini, SCG menambah jumlah penerima beasiswa menjadi 300 pelajar dari sebelumnya sebanyak 200 pelajar. Sejalan dengan visi perusahaan, SCG berkomitmen untuk menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi kepada masyarakat di mana perusahaan beroperasi.

Karena itu, SCG merambah kota Sukabumi yang merupakan lokasi pabrik semen SCG yang telah menerapkan konsep green and clean. Melalui program beasiswa tersebut, para pelajar tidak hanya mendapatkan beasiswa tetapi juga bantuan pendidikan seperti perlengkapan sekolah.

Pendaftaran beasiswa telah dibuka sejak tanggal 8 Mei hingga 3 Juni 2013 lalu. Tahun ini, SCG menerima pendaftaran sebanyak lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. SCG telah menerima lebih dari 850 pendaftaran, naik dibandingkan tahun lalu sebanyak 350 pendaftaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu pelajar Indonesia untuk meneruskan pendidikan, mengejar mimpi dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang dapat mendorong pembangunan berkelanjutan Indonesia. Ini merupakan inisiatif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan lewat pemberdayaan generasi muda. SCG berharap dapat menjembatani kesenjangan pendidikan dan membantu pengembangan generasi pemimpin Indonesia di masa depan,” tambah Kan.

Salah satu penerima beasiswa dari MAN Jampang Tengah, Sukabumi untuk tahun 2013, Keke berkisah, sejak kelas 2 dan 3, dirinya harus membantu penghasilan keluarga dengan berjualan karena orang tua sakit. Di kelas 6, dia memutuskan berhenti sekolah demi membantu keluarga. Ketika mendengar tentang beasiswa SCG Sharing the Dream, dia tidak ragu-ragu untuk mendaftar.

“Saya percaya bahwa setiap kali saya berusaha, saya akan mencapai sesuatu. Sekarang, saya mendapatkan beasiswa dan sangat senang bahwa saya bisa terus belajar. Terima kasih SCG telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan saya,\\\" cerita Keke.

Sharing the Dream merupakan inisiatif pembangunan berkelanjutan di ASEAN yang dibentuk oleh SCG pada tahun 2007. SCG Sharing the Dream telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 5.000 pelajar di negara ASEAN termasuk Indonesiam Vietnam, Filipina, Laos, dan Myanmar. Dengan visinya untuk menjadi pemimpin bisnis berkelanjutan di ASEAN dan menjadi contoh good corporate management dan pembangunan yang berkelanjutan, SCG akan meneruskan program ini secara tahunan.

Related posts