Wijaya Karya Raih Kontrak PLTG Arun 81,180 Juta Euro

NERACA

Jakarta – Dipenghujung semester pertama tahun ini, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dapatkan kontrak baru untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Arun 200 MW senilai 81,180 juta Euro dan Rp 321,5 miliar. Proyek akan di mulai pada pertengahan tahun ini diperkirakan akan selesai dalam 18 bulan.

Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma mengatakan, kontrak baru tersebut meliputi pekerjaan mechanical works, electrical, instrument & control works, structure, civil and building works, operations and maintenance.

Selain kontrak baru tersebut, WIKA juga baru saja menandatangani perpanjangan Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT) Paket II di Dermaga Ujung Baru Pelabuhan Belawan, Medan “Terminal khusus di Belawan ini dapat menambah kemampuan daya tampung dan bongkar-muat hingga 400 ribu peti kemas per tahun,”katanya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, usaha patungan ini meliputi pembangunan dan pengoperasion Dermaga Terminal Petikemas BICT Paket II, yang terdiri dari pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, penyediaan fasilitas pendukung, pengusahaan, pengoperasian, dan pemeliharaan.

Hingga Mei 2013 nilai kontrak yang telah diperoleh perseroan sebesar Rp 7 triliun atau mencapai 33,71% dari target kontrak baru 2013 senilai Rp 20,76 triliun. Sementara perolehan laba bersih pada tahun 2013 di targetkan sebesar Rp 555,06 miliar atau naik sebesar 21,2% dari realisasi tahun 2012 yang sebesar Rp 457,86 miliar.“Ada beberapa kontrak yang diperoleh hingga Mei 2013 seperti, proyek tangki condensate 3 ultimate bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 1,7 triliun, pembangunan University Hospital di Universitas Indonesia sebesar Rp 539,26 miliar, proyek Apartemen Hinggil Surabaya sebesar Rp 267 miliar, Apartemen Dharma Husada senilai Rp 259 miliar,”ungkapnya.

Adapun proyek lainnya adalah proyek PLTU Cilacap, proyek PDAM Sunggal, proyek Pembuatan Bandar Udara Miangas. Kami juga telah memperoleh proyek Pembangunan Konstruksi Sisi Udara Bandara Samarinda Baru, dan Proyek Penanganan Kali Keruh Brebes.

IPO WIKA Beton

Sementara itu anak usaha WIKA, PT Wijaya Karya Beton akan segera melakukan penawaran perdana sahamnya (initial public offering/IPO) pada Juli mendatang. “Proses pelepasan sebagian saham WIKA Beton melalui IPO masih dalam proses dan saat ini sedang mempersiapkan segalanya. Sekarang masih pre IPO, underwriter sekitar Juli atau Agustus penunjukannya”, kata Ganda Kusuma.

Nantinya sekitar Rp1-1,5 triliun akan didapatkan dari IPO tersebut yang rencananya akan digunakan untuk memperluas bisnis perseroan dan pembangunan pabrik beton untuk meningkatkan kapasitas produksi yang lebih tinggi. Kapasitas produksi WIKA Beton saat ini 2 juta ton per tahun dari delapan pabrik yang ada, “Perseroan optimis IPO WIKA Beton akan mendapatakan sambutan positif dari berbagai kalangan investor. Terlebih saat ini, sektor infrastruktur kinerjanya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Perusahaan infrastruktur yang listing, seperti NRCA (PT Nusa Raya Cipta Tbk) tadi pagi saja naik. WIKA Beton juga bisa seperti itu”, ucapnya optimis.

Hingga Mei lalu, WIKA telah mengantongi kontrak senilai Rp 6 triliun atau mencapai 28,9% dari target 2013. Kontribusi terbesar berasal dari konstruksi bangunan (terminal dan RS) sebesar Rp 2,5 triliun. Sedangkan kontribusi segmen listrik 17,8%, beton 13,7%, infrastruktur 13,7%, bangunan 34,2%, dan mekanikal elektrikal 205%. Saat ini, perseroan juga berencana membangun pabrik beton di Myanmar dengan anak usaha Wika Beton, dan kontraktor Myanmar. Pabrik akan dibangun di atas lahan 5 hektar dengan kapasitas produksi 67.000 ton/tahun yang dimulai pada semester dua 2013. (nurul)

Related posts