Nusa Raya Cipta Incar Dana Proyek Rp5,2 Triliun

NERACA

Jakarta-PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) yang merupakan unit usaha jasa konstruksi PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan dapat mengantongi dana Rp5,2 triliun. Selain kontrak pada tahun sebelumnya, perseroan optimistis dapat meraih kontrak baru senilai Rp2,9 triliun hingga akhir tahun ini.

“Perolehan kontrak baru ditargetkan sebesar Rp2,9 triliun. Kalau kontrak tersebut berhasil didapatkan semua, maka dengan tambahan proyek carry over sebesar Rp2,3 triliun, total proyek hingga akhir tahun ini mencapai Rp5,2 triliun,” kata Corporate PR Manager SSIA, Utari Sulistiawati di Jakarta, Kamis (27/6).

Menurutnya, sepanjang lima bulan pertama tahun ini, kontrak baru yang telah dikantongi perseroan mencapai Rp1,7 triliun. Sejumlah proyek yang tengah ditangani antara lain Crowne Hotel Bandung dengan nilai kontrak sebesar Rp160 miliar dan diharapkan selesai dalam waktu 2,5 tahun. Selain itu, perseroan juga mengerjakan proyek Parahyangan Residance sebesar Rp260 miliar dan ditargetkan bisa selesai selama dua tahun.

Proyek lainnya, sambung dia, proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) Mall dan hotel sekitar Rp100 miliar dan Graha MRA (Ferrari) sekitar Rp50 miliar. Satu lagi, proyek Ciputra World II dengan nilai kontrak Rp560 miliar dan ditargetkan dapat diselesaikan selama 2,5 tahun. “Di Ciputra World II kita sebagai kontraktor utama dan proyek tersebut saat ini masih berjalan dalam tahap galian,” jelasnya.

Tidak hanya menggarap proyek hotel dan residensial, kata dia, pihaknya juga akan menggarap pembangunan infrastruktur jalan tol Cikampek-Palimanan dengan panjang 116 kilometer senilai Rp7,7 triliun. Untuk pengerjaan proyek ini perseroan mendapatkan porsi 45% atau senilai Rp3,46 triliun.

Salah satu alternatif pendanaan untuk mendukung kinerjanya, perseroan menawarkan 306,08 juta saham ke publik dalam penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan nilai nominal Rp100. Harga penawaran perdana saham sebesar Rp850 per saham dengan total dana yang diraih ditaksir mencapai Rp260,17 miliar.

Dana hasil IPO tersebut, kata dia, sekitar 75% akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal kerja kontruksi dan sebesar 25% akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan. “Pencatatan saham perseroan di BEI diharapkan dapat meningkatkan kinerja lebih baik lagi dan kami akan terus bekerja keras meningkatkan kinerja sebagai tanggung jawab kepada pemegang saham,” jelas Direktur Utama NRCA, Hadi Winarto Christanto.

Dalam pelaksanaan IPO tersebut, pemesanan perdana saham perseroan tercatat mencapai 464,82 juta saham. Jumlah pemesan mencapai 1.459 pihak. Pemegang saham lewat perdana saham mencapai 1.342. Selain itu, perseroan juga menawarkan waran mencapai 102,02 juta waran di harga Rp1.050 per waran.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,02 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,58 triliun. Laba bersih naik menjadi Rp 155.59 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 92,91 miliar. Total liabilitas Perseroan naik menjadi Rp 567,72 miliar pada 2012 dari peridoe sama tahun sebelumnya Rp 537,96 miliar. Sementara aset perseroan naik menjadi Rp 835,88 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 714,25 miliar. (lia)

Related posts