Humpuss Konversikan 58% Utang Jadi Saham - Total Utang Rp 2,5 Triliun

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mengaku memiliki kewajiban untuk melunasi utang sebesar Rp2,5 triliun. Strateginya, perseroan akan mengkonversikan 58% dari total utang tersebut menjadi saham (debt to equity swap). “58% yang dikonversikan sekitar Rp1,4-Rp1,5 triliun akan dimohonkan untuk dinegosiasikan dengan para kreditur.” kata Direktur Utama HITS, Theo Lekatompessy di Jakarta, Kamis (27/6).

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya sekadar mengurangi beban utang, namun juga memperkuat modal perseroan sehingga perseroan dapat mencatatkan laba yang positif. Dengan laba positif, perseroan berharap akan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham.

Selain mengkonversikan 58% utangnya, Theo merincikan sebesar 2% menjadi kewajiban yang harus dibayarkan perseroan pada tahun ini, dan sebesar 20% akan jatuh tempo pada 2013. Sementara sisanya akan menjadi utang jangka panjang.

Dalam restrukturisasi utang yang terkait PKPU, kata dia, sebanyak 99% dari para kreditur mendukung proposal perdamaian yang diajukan oleh perseroan. Selain upaya ini, sambung dia, perseroan juga telah melakukan restrukturisasi organisasi dan bisnis. Dalam restrukturisasi organisasi, perseroan yang semula sebagai operational holding saat ini menjadi investment holding.

Sementara dalam restrukturisasi bisnis, perseroan menetapkan anak perusahaan PT Humpuss Transportasi Kimia sebagai salah satu operating holding fokus pada area bisnis transportasi, yaitu LNG, petrokimia, bahan bakar minyak, dan offshore services. Sementara PT Humpuss Transportasi Curah sebagai operating holding yang mensinergikan angkutan batubata dengan kontainer, keagenan, dan pengelolaan awak kapal.

Garap Bisnis LNG

Untuk pengembangan usaha pada tahun ini, menurut dia, perseroan masih fokus menstabilisasikan kinerja perseroan dengan melakukan pengembangan usaha di bidang LNG, petrokimia dan offshore services. Perseroan pada tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp 1 triliun, di mana hingga semester pertama telah terserap sebesar US$60 juta. “Sebesar dua pertiga berasal dari dua pinjaman bank Bukopin dan Muamalat, sepertiganya dari kas internal dan sisanya dari mitra bisnis,” ucapnya.

Pada semester pertama 2013, perseroan telah membeli sebanyak lima kapal offshore dengan investasi sebesar US$43 juta, dan petrokimia sebesar US$17 juta. Dengan bertambahnya lima kapal baru tersebut, total kapal dimiliki perseroan menjadi 38 buah kapal yang dioperasikan oleh kedua anak usahanya yaitu PT Humpuus Transportasi Kimia dan PT Humpuss Transportasi Curah.

Dalam paparan public expose insidentil yang diselenggarakan, perseroan juga menjelaskan mengenai adanya opini tidak memberikan pendapat (discleimer) yang dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik. “HITS dinyatakan disclamier terkait adanya anak usaha di Singapura yang dinyatakan pailit, dan saat ini masih proses pengadilan sehingga tidak dapat menyajikan laporan konsolidasian karena tidak ada kewenangan lagi terhadap anak usaha tersebut.” jelas Direktur Keuangan HITS, Budi Haryono.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar saham perseroan dapat diperdagangkan kembali di pasar modal. Pasalnya, perseroan telah menjelaskan alasan tersebut kepada manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski demikian, perseroan menyerahkan keputusan mengenai suspensi tersebut kepada pihak otoritas dan regulator. “Kami berharap minimal bisa dibuka di pasar negosiasi.” ujarnya. (lia)

Related posts