Akhir Pekan, Waspadai Aksi Ambil Untung

NERACA

Jakarta – Kembali maraknya aksi beli investor terhadap saham-saham murah mencapai Rp 8 triliun, membawa pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguat dalam dua hari terkahir. Tercatat, mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 88,021 poin (1,92%) ke level 4.675,749. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 17,927 poin (2,37%) ke level 773,387.

Kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, aksi beli investor mampu membawa dampak positif terhadap indeks BEI, “IHSG BEI kembali menguat, penguatan juga seiring dengan bursa kawasan Asia,”ujarnya di Jakarta, Kamis (27/6).

Meski demikian, dia mengatakan investor dapat mewaspadai kenaikan indeks BEI pada Kamis ini seiring volume transaksi di bawah rata-rata dalam lima bulan terakhir. \"Waspadai koreksi indeks BEI karena volume transaksi masih di bawah rata-rata,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat seiring dengan terus berlanjutnya aksi beli lantaran saham-saham murah masih banyak. Dimana indeks BEI akan bergerak di posisi 4.680. Namun tetap pula mewaspadai aksi ambil untung pelaku pasar.

Pada perdagangan Kamis kemarin, banyak sekali sentimen positif beredar dan terutama dari pasar global. Bursa-bursa Eropa dan Wall Street yang semalam ditutup positif cukup menjadi faktor pendorong aksi beli investor. Investor asing secara perlahan mulai menempatkan dananya kembali di pasar modal dalam negeri. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 66,29 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 182.192 kali pada volume 4,936 miliar lembar saham senilai Rp 8,139 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 101 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia berhasil ditutup di zona hijau berkat maraknya sentimen positif yang beredar. Hanya pasar saham China yang berakhir di teritori negatif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 350.000, Gudang Garam (UNVR) naik Rp 2.150 ke Rp 48.300, Unilever (UNVR) naik Rp 1.400 ke Rp 29.400, dan Waran Nusa Raya (NRCA-W) naik Rp 839 ke Rp 840.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 1.500 ke Rp 13.000, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 23.000, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 600 ke Rp 2.500, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 400 ke Rp 6.400.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 130,674 poin (2,85%) ke level 4.718,402. Sementara Indeks LQ45 menanjak 26,984 poin (3,57%) ke level 782,444. Aksi beli juga berhasil membuat seluruh indeks sektoral kompak bergerak di zona hijau. Saham-saham berkapitalisasi besar jadi incaran, terutama di sektor finansial dan konsumer.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 107.490 kali pada volume 2,601 miliar lembar saham senilai Rp 4,304 triliun. Sebanyak 203 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 66 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (UNVR) naik Rp 2.350 ke Rp 48.500, Unilever (UNVR) naik Rp 1.300 ke Rp 29.300, Gowa Makassar (GOWA) naik Rp 1.250 ke Rp 7.650, dan Waran Nusa Raya (NRCA-W) naik Rp 889 ke Rp 890.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 600 ke Rp 2.500, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 500 ke Rp 6.300, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 22.800, dan Jembo Cable (JECC) turun Rp 150 ke Rp 2.450.

Hal yang juga terjadi diawal perdagangan, dimana indeks BEI dibuka naik 56,31 poin atau 1,23% ke posisi 4.644,04, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 14,29 poin (1,89%) ke level 769,75.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, penguatan indeks BEI didorong oleh pelaku pasar saham yang mulai kembali melihat harga saham-saham yang telah mengalami pelemahan cukup dalam, “Secara teknikal harga saham di BEI juga sudah cukup rendah sehingga mendorong investor mengakumulasi beli saham,”tuturnya.

Reza menambahkan, bursa saham AS dan Eropa seiring dengan membaiknya data-data ekonomi AS juga memberi efek positif pada laju IHSG BEI pada Kamis pagi. Sementara, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Hoesen pernah bilang, pasar global kembali positif, hal itu menunjukkan optimisme investor terhadap pasar modal kembali terangkat.\"Perlahan sentimen mulai membaik, beberapa ekonomi AS juga dikabarkan positif sehingga mendorong bursa saham menguat,\" kata Hoesen.

Dia mengharapkan, kondisi bursa saham semakin membaik sehingga minat perusahaan mencatatkan saham di BEI semakin meningkat. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 310,30 poin (1,53%) ke level 20.648,85, indeks Nikkei-225 naik 255,46 poin (2,00%) ke level 13.090,86, dan Straits Times menguat 35,87 poin (1,16%) ke posisi 3.140,63. (bani)

Related posts