Ada Nilai Dibalik Cita Rasa Kopi Tubruk Specialty - Mengenal Macam Kopi Indonesia

Jakarta – Kopi adalah salah satu minuman paling di gemari di seluruh dunia. Baik lelaki maupun wanita. Sejak penemuannya pada abad ke 9 di Ethiopia, kopi terus berkembang hingga saat ini. Penanaman dan perdagangan kopi sendiri di mulai pada abad ke 15 dan 16 di jazirah arab.

Begitu juga di tanah air. Khususnya di saat jaman kolonial Belanda dahulu, kopi-kopi dengan cita rasa yang beragam akhirnya muncul di tiap-tiap daerah. Seperti adanya kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Lampung sampai dengan kopi Luwak yang sangat fenomenal. Kekhasan tiap-tiap daerah dalam mengolah kopi membuat beragamnya rasa kopi yang ada ditanah air. Tak ayal, Indonesia dikenal sebagai surganya para penikmat kopi di dunia karena menawarkan berbagai cita rasa jenis kopi special yang sudah tersohor di dunia karena keunggulannya.

Apalagi Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam. Sebagai negara produsen kopi, Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6% dari produksi kopi dunia. Dari jumlah tersebut, produksi kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton (80,4%) dan produksi kopi arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton (19,6%).

Kata Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, luas lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta hektar (ha) dengan luas lahan perkebunan kopi robusta mencapai 1 juta ha dan luas lahan perkebunan kopi arabika mencapai 0,30 ha. Karena itu, bisnis pengembangan industri pengolahan kopi memiliki prospek baik, “Bisnis pengolahan kopi mempunyai prospek pasar bagus, apalagi tingkat konsumsi kopi di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain,”ujarnya.

Melihat potensi pasar tersebut, lajut Hidayat, saat ini industri pengolahan kopi merupakan salah satu industri prioritas yang terus dikembangkan. Apalagi dipicu dengan pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat bisa meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi karena bakal mendongkrak tingkat konsumsi kopi di Indonesia.

Saat ini, konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kg perkapita pertahun dibanding dengan negara-negara pengimpor kopi seperti Amerika 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita pertahun. Maka untuk mendukung kemajuan industri pengolahan kopi, pemerintah telah menyusun Peta Panduan (Roadmap) tentang Pengembangan Klaster Industri Pengolahan Kopi. Produktivitas tanaman kopi di Indonesia baru mencapai 700 kg biji kopi/ha/tahun untuk Robusta dan 800 Kg biji kopi/ha/Tahun untuk Arabika. Sedangkan produktivitas negara tetangga seperti Vietnam telah mencapai lebih dari 1.500 kg/ha/tahun.

Menjadi Budaya

Asal tahu saja, budaya minum kopi juga sudah menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia di berbagai daerah karena menjadi teman keseharian, baik bekerja, bertamu hingga kongkow-kongkow bareng dikalangan anak muda. Karena itu, kopi dapat dengan mudah ditemukan dimana saja. Dari desa sampai ke pasar-pasar modern. Hal ini mengindikasikan, kopi adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, khususnya dalam bentuk tradisional tubruk yang disajikan secara mudah dan praktis tanpa menggunakan alat atau mesin kopi apapun.

Selain dikenal sebagai minuman gaya hidup, kopi juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Beberapa penelitian dari lembaga pendidikan internasional yang ternama menunjukkan, mengkonsumsi kopi murni berkualitas tinggi dengan jumlah yang wajar dapat mengurangi resiko penyakit-penyakit berat yang diderita banyak orang seperti; diabetes, kanker colon, sirosis hati, serangan jantung dan lain-lain.

Namun ironisnya, menjadi negara penghasil kopi terbesar dengan kualitas tinggi belum menjadi tuan dirumahnya sendiri. Pasalnya, tingkat konsumsi kopi dengan kualitas biji kopi unggulan masih rendah dibandingkan di luar negeri yang justru banyak beredar dengan harga yang cukup tinggi. Artinya, masyarakat Indonesia tidak bisa menikmati kopi lokal berkualitas terbaik di negeri sendiri lantaran mahal.

Padahal kualitas dan keunggulan kopi Indonesia sudah dikenal sejak lama di seluruh penjuru dunia. Dari konsumen elit di negara-negara di Eropa, penikmat-penikmat kopi yang bergaya hidup modern dan trendy di Amerika, bahkan sampai ke pasar kopi yang sedang berkembang seperti di China, reputasi dan eksklusifitas kopi Indonesia sudah tidak asing lagi bagi mereka. Bertahun-tahun kopi Indonesia menjadi salah satu komoditas yang paling diminati di dunia, bahkan dipasarkan di luar negeri dengan harga yang tinggi.

Segmen Kelas Bawah

Maka menjawab kebutuhan masyarakat akan konsumsi kopi dengan biji kopi kualitas tinggi dengan harga terjangkau, produsen kopi milik Sugar Grup Indonesia meluncurkan produk kopi JJ Royal Kopi Tubruk Specialty Grade 1. Perpaduan antara biji kopi murni Specialty Grade 1 yang dihasilkan dari 100% biji kopi murni campuran dari kopi terbaik Indonesia. Bahkan diklaim sesuai standar internasional SCAA (Special Coffie Association of America).

JJ Royal Kopi Tubruk tersedia dalam kemasan sachet premium yang praktis dengan harga terjangkau, sehingga penikmat kopi dapat merasakan kemurnian 100% kopi kualitas terbaik dari Indonesia untuk Indonesia. Direktur Utama JJ Royal Coffee, Yusuf Sumartha menuturkan, untuk pertama kalinya JJ Royal menjual kopi dalam bentuk sachet , dengan dijual harga yang terbilang murah hanya Rp 2.500 per sachetnya. Meskipun kopi ini dijual dengan harga terjangkau, JJ Royal tetap mengedepankan komposisi kopi yang tetap memakai biji kopi specialty grade 1.\"Kita ingin orang-orang Indonesia bisa menikmati kopi terbaik yang juga terbuat dari biji kopi terbaik dari Indonesia sendiri. Untukitu kami luncurkan JJ Royal Kopi Tubruk ini,”ungkapnya.

Dirinya meyakini mampu bersaing dengan produk kopi sachet sejenis yang beredar di pasar. Apalagi pasar kopi specialty grade ini di Indonesia masih kecil sekali, yakni 1% dari total volume transaksi kopi yang senilai Rp 10 triliun per tahunnya. Kendatipun demikia, kata Yusuf, memasarkan kopi grade 1 sangat susah, namun begitu dengan pertumbuhan market yang tinggi, dia percaya masyarakat ingin mencoba dan merasakan kopi special nomor satu, apalagi dengan harga yang relatif terjangkau dengan produki yang memang berkualitas.

Selain JJ Royal Kopi Tubruk, JJ Royal Coffee juga telah memiliki dan memasarkan 14 jenis kopi Premium Kelas Satu lainnya. Seperti kopi Luwak murni 100%, kopi Arabika single-origin terbaik dari Toraja, Mandailing, Mandailing Decaf organik, Gunung Biru – Kayumas Jawa, Aceh Gayo, Papua, Flores, serta kopi Robusta dari dataran tinggi lainnya, dan kopi blend dengan komposisi yang unik dan terpilih.

Sebagai pionir kopi Specialty Grade 1 di pasar domestic, JJ Royal Coffee telah berhasil mengimplementasikan sebuah proses penyanggraian medium-dark yang unik dengan sistem quality control yang ketat. Sebuah sistem yang menghasilkan rangkaian produk kopi berkualitas dengan standar yang melampaui kopi lainnya. Maka dengan tersedianya JJ Royal kopi tubruk di seluruh Indonesia, setiap orang kini dapat dengan mudah menikmati Specialty Grade 1. Dimana kopi terbaik Indonesia dalam cangkir-cangkir mereka. Sebuah kenikmatan tertinggi yang ditawarkan oleh Indonesia kepada dunia, dan kini JJ Royal Coffee mempersembahkannya, karena anda layak untuk mendapatkan yang terbaik.

Related posts