"Perusahaan Penyebab Bencana Asap Akan Ditindak Tegas" - Menteri Kehutanan

NERACA

Jakarta - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang fokus pada upaya pemadaman api di Riau dan mengharapkan dukungan semua pihak. “Kita butuh dukungan semua pihak dan semua perusahaan harus menjaga hutannya masing-masing dan fokus kita memadamkan api,” kata Zulkifli di Jakarta, Kamis (27/6).

Apabila terbukti ada perusahaan yang melakukan pembakaran akan ditindak tegas tanpa toleransi dan serahkan pada kepolisian. Namun, menurut Zulkifli, semua ini masih berproses. Hingga saat ini ada sekitar 14 orang yang disidik. Sebanyak 11 orang dari perusahaan perkebunan dan 3 orang masyarakat. Apabila terbukti, mereka bisa kena sanksi 5 tahun pidana penjara dan bisa dicabut izinnya.

Bencana asap ini pada awalnya merupakan masalah daerah di Riau, namun dua hari lalu diambil oleh Pemerintah pusat dan dianggap sebagai masalah nasional. Melalui koordinasi dan upaya semua pihak baik pusat maupun daerah serta BBPT telah berhasil menurunkan hujan buatan di provinsi Riau. Di samping itu pemerintah sudah melakukan bom air dengan mengerahkan enam buah helikopter dan minggu ini akan ditambah lagi dengan beberapa pesawat udara lainnya.

Para Menteri di bawah koordinasi Menko Kesra Agung Laksono, mengadakan Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Kehutanan tentang tindak lanjut penanggulangan bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Pejabat yang hadir adalah Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Wakil Menlu Wardana, unsur pimpinan Polri, Kejaksaan, BNPB, Bappenas, BPPT, LAPAN, RISTEK, perwakilan Kementerian Pertanian, wakil Pemda Jambi, Sumateran Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Menko Kesra Agung Laksono menegaskan bahwa Rakor Menteri yang baru dilakukan tidak hanya membahas upaya yang dilakukan untuk Riau saja, tapi juga untuk antisipasi delapan provinsi dan dilakukan mulai sekarang sampai Oktober selama 4 bulan dengan biaya sekitar Rp100 miliar untuk keperluan hujan buatan, bahan baku garam NaCl, dan penyediaan pesawat terbang untuk menjatuhkan water boom. [iqbal]

Related posts