Jujur dan Santun, Hidup Akan Selamat

Riefqi Muna, PhD

Ketua Lembaga Litbang PP Muhammadiyah

Jujur dan Santun, Hidup Akan Selamat

Saat ini banyak orang pintar, orang kaya, pengusaha, wakil rakyat, dan pejabat, yang tidak bermartabat hidupnya. Dikejar-kejar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyebabnya, karena mereka bersikap tidak jujur, memanfaatkan jabatan, korupsi, dan bertindak nepotisme.

Karena itu, Riefqi Muna, ketua Lembaga Litbang Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, memberi resep hidup kepada para mahasiswa kader bangsa, agar selamat sepanjang hidup dan karirnya. Menurut dia, tinggi rendahnya nilai kuliah yang dicapai mahasiswa bukanlah penentu sukses tidaknya masa depan kita. Ada hal yang Ada hal yang lebih penting dari sekedar nilai tinggi yaitu percaya diri, sikap baik, dan berserah diri pada Tuhan.

“Itulah modal utama kesuksesan dalam menghadapi kerasnya kompetisi dunia nyata,” kata Riefqi yang juga pakar ahli hubungan internasional, pertahanan dan keamanan dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P) LIPI. Menurut dia, silakan mahasiswa berkarir di bidang apa saja sesuai dengan pilihan. Namun yang harus diingat adalah semuanya harus dijalani dengan sungguh-sungguh, tidak boleh setengah-setengah.

Saat memberikan pembekalan kepada para alumni di almamaternya, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum lama ini, Riefqi mempertegas lagi adanya tata nilai yang harus selalu dipegang teguh oleh para kader bangsa itu sebelum terjun ke dunia kerja. Tata nilai yang selama ini ditanamkan oleh perguruan tinggi adalah menjaga sikap dan perilaku.

“Tata nilai yang begitu penting adalah integritas diri, tidak korupsi, jujur, respek, dan santun. Itulah yang akan menyelamatkan kita semua,” ujar Riefqi lagi.

Dia menambahkan, adanya etos kerja yang kuat akan menjadi bekal sehingga dapat menempatkan diri kita berada di atas rata-rata kebanyakan orang. Jika tak memiliki etos kerja yang kuat, kata suami dari Inovia Farah Diba, adik kelasnya semasa kuliah, kita akan ditelan dan dikuasai oleh waktu. Tahu-tahu sudah tua dan hidup penuh penyesalan.

Sikap-sikap itu pulalah yang selama ini diterapkan Riefqi, baik saat bekerja di kantornya di LIPI, kepada para teman-temannya, juga terhadap keluarganya. Sikap jujur, respek, dan santun, kata pria berkumis tipis dan berkacamata plus minus ini, tentu akan berbuah baik. Di antaranya akan banyak teman. Hal itu terbukti, dia ditunjuk untuk bergabung dalam berbagai organisasi dan kegiatan.

Di antaranya, saat ini dia diberi amanah menjadi ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PP Muhammadiyah bersama rekannya dari LIPI yang juga sesama pakar politik, yaitu Siti Zuhro. Dia juga bergabung menjadi pengurus diYayasan Tifa yang bergerak di bidang sosial kebudayaan. Dianggap senior, alumnus Fisip Jurusan Hubungan Internasional UMY ini ditunjuk menjadi penasihat Keluarga Alumni UMY (KAUMY) wilayah Jakarta.

Dalam satu kesempatan lain, Riefqi yang lahir di Kota Magelang itu pernah ditunjuk menjadi ketua pengarah World Peace Forum (Forum Perdamaian se Dunia/WPF) tahun lalu. Dia adalah salah satu pendiri Research Institute for Democracy and Peace, dan duduk sebagai direktur eksekutif di lembaga tersebut. Dia juga memelopori terbentuknya Indonesia-Australia Strategic Forum (IASFOR), sebuah forum bilateral untuk analisis strategi hubungan Indonesia dan Australia.

Berbagai pelatihan diikuti penyandang gelar doktor (PhD) dari Faculty of Defence and Security, Cranfield Defence and Security, Cranfield University, UK Defence Academy, pada 2009. Di antaranya, di European Peace University (EPU) pada 1997; Asia Pacific Centre for Security Studies (APCSS), Hawaii, USA pada 1999, dan Preventive Diplomacy and Conflict Resolution in Washington DC, di tahun yang sama. Aktif pula menjadi kolumnis di berbagai media massa nasional.

Setia Kawan dan Keluarga

Sikap setia kawan Riefqi juga sempat dialami Neraca saat berjumpa dengannya dalam satu pertemuan dan hendak pulang ke rumah. Karena satu arah tujuan, Riefqi pun tak segan-segan mengantar ke rumah lebih dulu.

Cintanya kepada keluarga dan istrinya ditunjukkan dengan lebih sering mengurus mereka sebelum mengerjakan tugas-tugas kantornya. Sebagai pakar masalah politik internasional, sering diundang menjadi pembicara baik di dalam maupun di luar negeri. “Kalau ada kesempatan, ya anak dan istri saya ajak, seringnya istri, karena anak-anak sudah besar dan sudah emiliki kegiatan sendiri-sendiri,” kata dia.

Dunia Kemasyarakatan

Dalam kapasitas sebagai pengurus Litbang Muhammadiyah, Riefqi juga tengah berjuang bersama ketua umumnya Dien Syamsuddin, menentang diberlakukannya Rancangan Undang-Undang tentang Ormas. Dia menjelaskan, RUU Ormas tersebut akan membuat kemunduran demokrasi bagi Indonesia.Dalam penjelasannya, Riefqi mengatakan, RUU tersebut akan menempatkan Indonesia sejajar dengan negara komunis yang sangat mengatur kebebasan berorganisasi.

Di antara pasal yang disorot pada RUU Ormas yang kini sedang dibahas diDPR itu, adalah Pasal 11 yang mengkategorikan badan hukum yayasan, termasuk yang bergerak di lembaga pendidikan, sosial, rumah sakit, dan yatim piatu, serta badan hukum perkumpulan sebagai Ormas. “Akibatnya, organisasi yang masuk kategori Ormas berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kementerian Dalam Negeri. Kemudian, setiap Ormas dilarang melakukan kegiatan apabila tidak memiliki surat pengesahan badan hukum atau tidak terdaftar pada pemerintah,” ujarnya. (saksono)

Related posts