Kais Rezeki dari Bisnis Cutting Sticker

Walaupun persaingan bisnis ini cukup ketat, namun prospek usaha ini terus bersinar dan masih menjadi tren yang baik. Kecepatan pelayanan, dan kualitas produk yang dihasilkan menjadi kunci sukses untuk memenangkan persaingan.

NERACA

Bisnis dan industri kreatif cutting sticker memang masih menjadi tren saat ini. Khususnya di kota-kota besar, bisnis ini laksana cendawan di musim hujan. Bisnis ini sangat menarik karena mempunyai pangsa pasar yang besar. Pasalnya, konsumen bisa mendapatkan stiker yang sesuai dengan apa yang mereka inginankan.

Ya, hampir semua gerai cutting sticker yang ada menerima pesanan custom design untuk memanjakan konsumen. Artinya, konsumen dapat menentukan sendiri desain atau gambar yang mereka inginkan.

“Kebanyakan usaha ini pasti menyediakan custom design, jadi selain kita membuat beberapa model stiker, pelanggan dapat menentukan sendiri gambar dan desain yang mereka inginkan, kita akan buatkan sesuai yang mereka inginkan,” aku Wilda, pemilik salah satu gerai cutting sticker di Jakarta Barat.

Biasanya, pesanan custom design berharga mulai Rp50/cm2. Berapapun ukuran stiker yang diinginkan pelanggan tinggal dikalikan saja panjang dan lebarnya. Harga tersebut, rasanya boleh dibilang relatif murah untuk sebuah ide unik yang menampilkan karakter pemilik kendaraan pada motor, mobil atau barang lainnya, karena dijamin tidak ada orang lain yang memakai konsep desain serupa.

“Itulah menariknya bisnis ini peluangnya cukup baik, karena para pelanggan akan memiliki hiasan di kendaraan mereka tanpa ada yang menyamainya, kan konsepnya mereka yang buat sendiri,” tegas dia.

Peluang bisnis cutting sticker memang masih sangat besar, karena peluang bisnis dapat masuk ke segala lapisan umur serta kelas sosial masyarakat. Modal utama membuat usaha ini adalah daya kreasi dan imajinasi yang diwujudkan dalam design gambar yang selanjutnya dicetak menjadi produk stiker.

Modal Usaha

Jika sudah memiliki tempat tentu modal usaha bisa ditekan, karena yang paling mahal adalah tempat. Di Jakarta barat saja, tempat usaha berukuran kecil bisa mencapai Rp8-Rp10 juta, belum lagi untuk biaya membeli mesin pemotong stiker serta biaya lainnya.

Tetapi kalau soal mesin, peralatan, serta SDM, masih terasa ringan kalau tempat usaha milik sendiri. Karena harga mesin cutting sticker masih bisa disesuaikan dengan isi dompet. Sehingga pebisnis dengan modal cekak masih bisa terjun ke bisnis ini dengan membeli mesin yang berukuran kecil dengan harga minimalis pula.

Anda juga bisa melayani pesanan khusus atau membuat produk jadi dengan bermacam ide yang bisa dijual di kios stiker lainnya. Seperti brand otomotif, gambar-gambar yang berhubungan dengan olahraga, terutama sepakbola, tulisan kata-kata unik dan lucu, adalah beberapa produk stiker jadi yang biasa dijual. Sehingga, konsumen bisa datang dan memilih koleksi stiker unik milik Anda. “Seperti saya katakan sebelumnya, selain pesan kita juga menyediakan sticker jadi, seperti lambang-lambang club sepak bola hingga kaligrafi islami,” tegas Wilda.

Sementara itu, variasi dan tingkat kesulitan serta bentuk stiker sangat menentukan harga dari cutting sticker. Bahan yang digunakan dalam bisnis cutting sticker juga harus menggunakan Bahan yang tidak merusak cat motor. Seperti bahan Oracal misalnya, bahan ini sangat aman untuk cat kendaraan.

“Cutting sticker itu kan soal selera, nanti kalau sudah bosan dengan satu stiker ya palanggan pasti akan menggantinya dengan yang baru. Untuk itu sebaiknya gunakan bahan yang tidak akan merusak cat jika pelanggan sudah bosan dengan stiker lama,” jelasnya.

Terakhir, disarankan bagi Anda yang ingin terjun ke bisnis ini untuk mempelajari terlebih dulu ilmu dan teknik produksi cutting sticker. Atau jika tidak ingin pusing, Anda dapat mengambil operator mesin dan tenaga desain yang mumpuni agar produk Anda memiliki nilai tambah di mata pelanggan.

Related posts