Kemahalan, Bank Maspion Turunkan Harga IPO - Tetapkan Harga Rp 320 Per Saham

NERACA

Jakarta - PT Bank Maspion Indonesia menetapkan harga perdana saham (initial public offering/IPO) di level Rp 320 per saham berdasarkan pertimbangan hasil bookbuilding dan kondisi pasar. Harga ini dibawah kisaran harga yang ditawarkan perseroan yaitu sekitar Rp 360 – Rp 480 per saham. Perseroan akan menawarkan 770 juta saham ke publik atau setara 19,99% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Sebelumnya, pada akhir Mei lalu, Direktur Utama PT Makinta Securities, Made Windi Wijaya menyatakan bahwa harga saham dikisaran Rp360-Rp480 per saham yang akan ditawarkan dan dengan harga pada kisaran tersebut diharapkan mendapatkan feedback dari investor. Nantinya, dari hasil IPO tersebut didapatkan dana sebesar Rp 300 miliar, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang, guna mendukung ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

Bank Maspion sendiri telah menambah porsi saham yang dilepas ke publik dari 10% menjadi 20%, dikarenakan perseroan ingin masuk sebagai Bank Umum Kelompak Usaha II (BUKU II) yang memiliki modal inti sebesar Rp1-5 triliun. Sehingga, agar perseroan bisa memasuk ke dalam BUKU II maka melepas 20% sahamnya, guna mendapatkan dana yang lebih besar. Bank Maspion sendiri menargetkan sebagai BUKU II pada 2016 mendatang.

“Saat ini modal kami Rp 380 miliar, diperkirakan pertahun modal bisa bertambah Rp300 miliar, jadi perseroan bisa masuk BUKU II pada 2016 sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia mengenai bank umum kelompok usaha yang dikeluarkan akhir tahun 2012”, ujar Herman Halim, Direktur Utama Bank Maspion.

Meskipun rasio sahamnya tergolong mahal, Bank Maspion optimis dengan IPO yang akan dilakukan karena menurut Windi, saham Bank Maspion berada di atas acuan standar industri sejenis. Penetapan harga berdasarkan rasio Price Book Value (PBV) saham Maspion berada di kisaran 2,8 - 3,5x atau di atas rasio industri sejenis yang berada di 2,6x.

Saham Bank Maspion akan lebih banyak diserap oleh investor domestik ketimbang investor asing karena perseroan tidak melakukan roadshow ke luar negeri dalam menawarkan sahamnya. Selain itu menurut Widi, pihaknya lebih memprioritaskan investor domestik.

Diketahui, jadwal penawaran perdana saham perseroan untuk pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juni 2013, masa penawaran perdana saham dilakukan pada 27 Juni 2013-1 Juli 2013, penjatahan pada 3 Juli 2013, pengembalian dana dan distribusi pada 5 Juli 2013, dan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2013.

Berdasarkan laporan keuangan pada akhir 2012, total aset Perseroan naik menjadi Rp 3,4 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,79 triliun. Kewajiban Perseroan naik menjadi Rp 3,03 triliun pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp 2,42 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan juga naik menjadi Rp 127,73 miliar pada 2012 dari tahun sebelumnya Rp 105,94 miliar. Namun, laba komprehensif perseroan turun menjadi Rp 23,65 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,68 miliar. (nurul)

Related posts