BEI Yakinkan IPO Pulihkan Pasar

NERACA

Jakarta-Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakinkan kondisi pasar saham akan pulih seiring banyaknya perusahaan yang berminat untuk melaksanakan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Pada semester pertama ini saja, pihak otoritas mencatat ada sebanyak tujuh perusahaan yang sedang memproses pelaksanaan penawaran saham. “Kehadiran perusahaan baru di BEI diharapkan bisa memulihkan pasar modal kita,” kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Hoesen, di Jakarta (26/6).

Dengan banyaknya perusahaan yang berminat melaksanakan IPO, menurut Hoesen, mengindikasikan pasar modal Indonesia masih memiliki potensi yang cukup tinggi. Karena itu, pasar modal Indonesia masih akan mengalami pertumbuhan yang positif ke depan. Dia pun mengimbau kepada perusahaan maupun calon emiten agar tidak menunda pelaksanaan IPO hanya karena pasar yang sedang bergejolak dan harga saham yang kurang menggembirakan saat ini.

Pergerakan harga saham, kata dia, merupakan suatu hal yang tidak dapat diprediksi sehingga tidak seharusnya menjadi alasan perusahaan atau calon emiten yang berminat memperoleh pendanaan dari pasar modal. “Perusahaan maupun calon emiten diharapkan tidak menunda IPO karena kondisi pasar yang bergejolak, karena pergerakan saham tidak bisa diprediksi,” ucapnya.

pihaknya mencatat, beberapa perusahaan yang tercatat akan melaksanakan IPO antara lain, PT Bank Mestika Dharma Tbk, PT Bank Maspion Tbk dan PT Semen Baturaja Tbk. PT Bank Mestika Dharma Tbk tercatat akan menawarkan sebanyak-banyaknya 818, 018 juta saham biasa atas nama PT Mestika Buana Mas dengan nilai nominal Rp200 atau sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Bank Mestika menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp1.370-Rp1.570 per saham, di mana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 11 Juli 2013. Sebagai penjamin emisi efek, perseroan menunjuk PT Ciptadana Securities.

Adapun PT Bank Maspion akan menawarkan sebanyak-banyaknya 770 juta saham baru yang berasal dari portepel dengan nilai nominal Rp100 atau setara 19,99% dari modal ditempatkan disetor penuh. Harga perdana saham ditetapkan di kisaran Rp 360-Rp 480 per saham. Sebagai penjamin emisi efek, perseroan menunjuk PT Makinta Securities. Sementara PT Semen Baturaja Persero berencana akan melakukan penawaran umum sahan perdana (IPO) pada akhir semester pertama tahun ini. Perseroan akan melepas saham sebesar 2,337 miliar lembar saham atau sekitar 23,76 persen dari modal disetor. Harga IPO ditetapkan di kisaran Rp 500-Rp 685 per lembar saham. Sebagai penjamin emisi, perseroan menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Dari awal 2013 hingga saat ini sejumlah perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya, yaitu PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME),PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), dan PT Mitra Pinashika Mustika Tbk (MPMX), PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Hingga akhir tahun ini, pihak otoritas menargetkan dapat menjaring 30 perusahaan untuk melaksanakan IPO. Untuk saat ini BEI juga masih memberi kebebasan besaran saham kepemilikan yang dilepas perusahaan tersebut.

Related posts