Pelaku Pasar Masih Optimis Pasar Domestik - IHSG Mulai Berangsur Pulih

NERACA

Jakarta– Mulai berangsur pulihnya posisi indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran kembali maraknya aksi beli investor terhadap saham-saham murah, menjadi sentimen positif karena menggairahkan pelaku pasar. Apalagi, kini minat perusahaan mencatatkan saham perdananya di pasar modal mulai berdatangan.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, kehadiran perusahaan baru di bursa menambah sentimen positif dan kondisi ini menunjukkan potensi pertumbuhan industri pasar modal domestik masih relatif cukup tinggi, “Pelaku pasar masih optimis terhadap pasar modal Indonesia,\" ucapnya di Jakarta, Rabu (26/6).

Menurutnya, dengan semakin banyaknya perusahaan yang go public kondisi pasar modal yang sedang bergejolak bisa segera pulih. Lagi-lagi, potensi pertumbuhan industri pasar modal domestik masih cukup tinggi, menyusul banyaknya perusahaan yang menyatakan minat untuk melakukan pencatatan saham di BEI, “Perusahaan yang sedang dalam proses penawaran umum saham perdana (IPO) pada semester ini ada sekitar tujuh perusahaan. Diharapkan kehadiran perusahaan baru di BEI itu bisa memulihkan pasar modal kita,” katanya.

Hoesen mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meyakinkan perusahaan agar tidak menunda pelaksanaan IPO sehingga pendanaan dari pasar modal untuk melakukan ekspansi dapat terealisasi. Oleh karena itu, diharapkan penundaan IPO tidak ada karena kondisi pasar yang bergejolak, karena pergerakan saham tidak bisa diprediksi.

Selain itu, dirinya juga menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mampu menahan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih dalam.\"Kontribusi sentimen dari kenaikan BBM memang masih kecil, namun cukup terasa meski tidak signifikan,”paparnya.

Dia menambahkan, sentimen positif dari kebijakan BBM bagi pasar modal dalam negeri itu tertutup kondisi global yang masih negatif. Diakuinya, kondisi pasar saham global yang masih negatif juga membuat beberapa perusahaan menurunkan besaran jumlah saham ke publik dalam pelaksanaan IPO.\"Mungkin ada kekhawatiran dari perusahaan, yang bisa dilakukan Bursa adalah meyakinkan perusahaan bahwa pasar modal domestik masih memiliki peluang tumbuh positif,\" tuturnya.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, secara jangka panjang dampak dari kebijakan BBM itu diperkirakan terasa positif bagi ekonomi Indonesia dan memberikan efek domino ke pasar modal Indonesia.

Sebelumnya Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Samsul Hidayat mengatakan kepastian kebijakan pemerintah terkait BBM itu dapat membuat investor melakukan kalkulasi menjadi pasti. Langkah emiten ke depannya juga dapat diperhitungkan sehingga dampaknya ke IHSG menjadi positif. \"Akan terasa jangka panjang dampak kebijakan BBM itu,”tandasnya.

Sementara menurut Presiden Direktur Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga S Uno, saat ini merupakan waktu yang tepat dalam siklus investasi. “Sebagai perusahaan investasi aktif yang mencatatkan sahamnya di BEI, kami memiliki profil unik dalam mempromosikan potensi Indonesia,”ungkapnya. (bani)

Related posts