Terkoreksi, Saratoga Tawarkan Return Menjanjikan - Investasi Untuk Jangka Panjang

NERACA

Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyatakan bahwa situasi pasar yang fluktuatif saat ini tidak akan pengaruhi return yang didapat investor jika para investor berniat untuk berinvestasi di saham Saratoga dalam jangka menengah atau panjang. Meski saat pembukaan listing Rabu (26/6) kemarin, saham Saratoga langsung melemah 3,64% menjadi 5.300 per lembar saham dari nilai saham sebelumnya 5.500 per lembar saham.

Presiden Direktur Saratoga, Sandiaga Uno mengatakan, dalam berinvestasi saham tidak bisa di lihat return dalam waktu singkat, tetapi akan didapat jika berinvestasi dalam jangka panjang atau menengah,”Pola pikir budaya Indonesia lebih banyak berpikir instan sehingga dalam melihat sesuatu tidak untuk jangka panjang. Seperti halnya investor yang berinvestasi hanya untuk mencari keuntungan dalam waktu singkat, itu tidak bisa,”tuturnya di Jakarta, Rabu (26/6).

Menurutnya, dalam investasi tidak dapat dilihat hasilnya secara harian melainkan dalam jangka panjang. Namun begitu, pihaknya patut berterimakasih mendapatkan investor yang mau berinvestasi dalam jangka panjang.

Diakuinya, saham perdana yang ditawarkan ke public mengalami penurunan jumlah menjadi 10% dari rencana sebelumnya 15%. Hal ini dikarenakan penyesuaian folatilitas market. Sebelum melakukan listing, Saratoga juga telah melakukan penggalangan dana dari pinjaman bank. Melihat hasilnya, meyakinkan pihaknya untuk berinvestasi di Indonesia.

Kata Sandiaga, saat ini Saratoga telah menggaet lebih dari 500 investor yang sebagian besar atau 90% berasal dari investor asing dan sisanya 10% investor domestik. Dari jumlah tersebut, sekitar 10% adalah investor ritel.

Kelebihan Permintaan

Selain itu, saham Saratoga diklaimnya cukup diminati hingga mengalami kelebihan permintaan (over subscribed) lebih dari 1 kali.“Setelah roadshow, feedback yang di dapat sangat baik karena investor yang kami dapat adalah investor untuk jangka panjang. Kami yakin dapat membuktikan kinerja kami dalam 18 bulan ke depan,”tegasnya.

Berdasarkan kajiannya, investasi yang bagus adalah investasi yang dipilih dengan ketelitian dan dijalani dalam tempo yang tidak instant. Tentunya akan menghasilkan return yang baik. Sebagai informasi, Saratoga akan menghabiskan dana hasil IPOnya di tiga sektor yaitu konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam (SDA).

Menurut Sandiaga, setengah dari hasil IPO setelah dipotong untuk pelunasan hutang, akan digunakan untuk berinvestasi di sektor konsumer dan sisanya akan dibagi dua untuk sektor infrastruktur dan SDA.

Untuk sat ini, perseroan masih berinvestasi di sektor konsumer sebanyak 30%, dalam 3 tahun ke depan akan tercapai target 50% tersebut.“Konsumer menjadi yang utama karena melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan berkisar 6%, sekitar 55%nya disumbang oleh sektor konsumsi. Ada beberapa perusahaan yang bergerak di sektor konsumer, seperti di bidang makanan dan minuman sudah diincar perseroan. Akan tetapi belum merincikan berapa investasi dan nama perusahaan tersebut”, jelasnya.

Sementara untuk target, perseroan menargetken tumbuh diatas 30% untuk pendapatan. Target yang sama juga dipatok anak usahanya, PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) yang juga baru listing pada akhir Mei lalu, sekitar 30% untuk pendapatan dan profitnya, “Dari kuartal I dan kuartal II tahun ini terus ada peningkatan dan hingga akhir tahun saya yakin permintaan akan terus meningkat,”tandasnya. (nurul)

Related posts