Masuki Tren Aksi Beli, IHSG Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 168,856 poin (3,82%) ke level 4.587,728. Sementara Indeks LQ45 melonjak 35,885 poin (4,99%) ke level 755,460. Melesat pertumbuhan indeks BEI berkat aksi borong saham murah yang dilakukan investor. Investor asing yang sebelumnya getol lepas saham kini mulai beraksi beli kembali.

Kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko, menguatnya indeks BEI ditopang aksi beli investor, “Menguatnya kembali saham-saham di dalam negeri menyusul aksi beli spekulatif oleh pelaku pasar mengangkat indeks BEI,”katanya di Jakarta, Rabu (26/6).

Dia menuturkan, menguatnya bursa-bursa saham di kawasan Asia juga menjadi salah satu pendorong kenaikan indeks BEI kembali berada di level 4.500 poin. Meski demikian, masih melemahnya nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global yang belum kondusif dapat menjadi sentimen negatif ke depannya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak menguat seiring masih adanya keinginan investor untuk terus mengkoleksi saham-saham murah. Indeks nantinya, akan berada di level 4.590.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Hoesen mengatakan, masih optimisnya pelaku pasar saham terhadap bursa domestik mengangkat kembali indeks BEI, “Pelaku pasar masih optimis terhadap pasar modal Indonesia,\" ucapnya.

Dia mengatakan, kehadiran perusahaan baru di BEI menambah sentimen positif. Kondisi itu menunjukkan potensi pertumbuhan industri pasar modal domestik masih relatif cukup tinggi.

Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral di lantai bursa menghijau, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar dan aneka industri. Saham-saham unggulan berbasis konsumer juga melesat cukup tinggi. Investor asing memang masih melepas saham, tapi jumlahnya tidak sedahsyat beberapa perdagangan sebelumnya.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 116,14 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 205.677 kali pada volume 5,459 miliar lembar saham senilai Rp 7,58 triliun. Sebanyak 221 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 74saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir mixed, beberapa di antaranya bertahan di zona hijau. Indeks menguat paling tinggi di regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.000 ke Rp 85.000, Indocement (INTP) naik Rp 2.100 ke Rp 23.700, Unilever (UNVR) naik Rp 2.000 ke Rp 28.000, dan SMART (SMAR) naik Rp 1.600 ke Rp 9.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 1.600 ke Rp 6.400, Goodyear (GDYR) turun Rp 1.500 ke Rp 23.000, Saratoga (SRTG) turun Rp 950 ke Rp 4.550, dan Nippon (ROTI) turun Rp 200 ke Rp 7.450.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 125,053 poin (2,83%) ke level 4.543,925. Sementara Indeks LQ45 melonjak 26,646 poin (3,70%) ke level 746,221. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 109.457 kali pada volume 2,637 miliar lembar saham senilai Rp 3,668 triliun. Sebanyak 182 saham naik, sisanya 59 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya SMART (SMAR) naik Rp 1.600 ke Rp 9.600, Indocement (INTP) naik Rp 1.350 ke Rp 22.950, Unilever (UNVR) naik Rp 1.250 ke Rp 27.250, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 26.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Saratoga (SRTG) turun Rp 725 ke Rp 4.775, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 28.450, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 7.800, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 100 ke Rp 5.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 59,76 poin atau 1,35% ke posisi 4.478,63, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 15,16 poin (2,11%) ke level 734,74,”Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan awal dan ini memfaktorkan penguatan bursa AS dan komoditas,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, beberapa sektor saham yang berpotensi mengalami penguatan secara teknikal cukup kuat pada perdagangan Rabu yakni semen, konstruksi, properti, perbankan dan konsumer.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi China diperkirakan dapat menahan penguatan indeks BEI. Hal itu, lanjut dia, menyusul terjadinya kemandekan kredit (credit crunch) di China sehingga mendorong kenaikan suku bunga pinjaman antar bank di China.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 117,30 poin (0,59%) ke level 19.973,02, indeks Nikkei-225 turun 2,06 poin (0,02%) ke level 12.967,26, dan Straits Times menguat 21,50 poin (0,68%) ke posisi 3.111,05. (bani)

Related posts