Pencahayaan yang Baik Buat Rumah Lebih Sehat

Pencahayaan dalam sebuah hunian tidak hanya mempengaruhi keindahan rumah saja, namun kesehatan rumah bahkan kesehatan penghuni rumah pun sangat dipengaruhi sejauh mana sebuah hunian memiliki pencahayaan.

NERACA

Karena itulah merencanakan pembangunan rumah memang tidak begitu mudah, kita tentu mengharapkan rumah yang dibangun dapat memenuhi kriteria sebagai rumah yang indah, sehat, dan nyaman. Keindahan memang bersifat relatif, tapi pen­cahayaan merupakan hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja dalam perencanaannya juga pengkonsepannya.

Untuk mendapatkan pencahayaan optimal, manfaatkan dua jenisnya, yakni pencahayaan alami dan pencahayaan buatan.Pencahayaan alamibersumber dari cahaya matahari atau langit dari pagi jelang siang hingga sore hari. Selain pintu dan jendela, memasukkan cahaya alami ke dalam hunian bisa dilakukan dengan memasangskylight seperti jendela kaca di atap.

Sementara itu,pencahayaan buatanyang memanfaatkan alat atau teknologi buatan manusia. Contohnya adalah lampu. Agar tidak menimbulkan gangguan penglihatan, dalam penempatannya sumber cahaya harus memberi intensitas tetap, merata, tidak menyilaukan, tidak kedap-kedip, menimbulkan bayangan, serta baik untuk mata.

Kita mungkin akan sepakat bila rumah yang sehat itu meme­nuhi beberapa kriteria, antara lain sirkulasi udara yang baik, ruangan yang mendapat cukup cahaya alami dari matahari, tata letak ruangan yang memudahkan pergerakan penghuni untuk beraktivitas, hingga tersedianya lahan terbuka untuk menanam tanaman. Berikut ini cara mem­bangun rumah sehat dengan titik berat pada pencahayaan alami pada ruangan-ruangan di dalamnya.

Pencahayaan pada ruangan sebaiknya bersumber pada caha­ya alami. Kita beruntung tinggal di wilayah yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sehat juga dapat menghemat energi. Untuk itu, pada setiap ruangan sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar.

Dalam menentukan besar dan letak jendela, harus diperhatikan arah matahari. Cahaya matahari yang langsung dari barat akan membuat ruangan sangat panas. Gunakan kanopi jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga jendela dari cipratan air ketika musim hujan.

Jendela kaca adalah salah satu elemen bangunan yang berfungsi sebagai tempat masuk cahaya matahari ke dalam rumah. Selain itu, dapat pula digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya karena dibatasi oleh tembok rumah tetangga.

Cara lain ialah dengan me­nggunakan skylight atau atap genteng kaca, ataupun pe­ng­gunaan bahan polycarbonat pada atap garasi. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca atau glass block juga bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur.

Sinar matahari membawa banyak manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika tidak ditangani dengan benar, sinar matahari justru akan menimbulkan ketidaknyamanan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi ruang dan bukaan-bukaan berdasarkan arah sinar matahari.

Pertama ruang tidur. Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ini, letakkan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk membuat Anda tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini tidak menerima panas matahari sore hari, se­hingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.

Kedua, ruang keluarga, ruang tamu, dan ruang makan. Ruang bersama sebaiknya berada di sisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini, ruang akan me­ndapatkan penerangan alami dan hangat. Tapi untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.

Related posts