Aksi Jual Berlanjut Bikin Indeks Makin Jeblok

NERACA

Jakarta – Masih berlanjutnya aksi jual investor asing, terus menggerus posisi indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level paling bawah. Tercatat mengakhiri perdagangan Selasa kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI ditutup melemah 10,588 poin (0,24%) ke level 4.418,872. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,672 poin (0,65%) ke level 719,575.\"IHSG BEI ditutup melemah menyusul aksi jual yang dilakukan investor. IHSG memang sempat menguat pada sesi pagi, akan tetapi berangsur kembali ke area negatif menyusul kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi China terhadap perekonomian global,\" kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Selasa (25/6) .

Hal itu, lanjut dia, karena terjadinya kemandekan kredit (credit crunch) di China sehingga mendorong kenaikan suku bunga pinjaman antar bank di negara itu. Disisi lain, Purwoko mengatakan sempat menguatnya indeks BEI dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi jual kembali setelah mengalami penguatan (sell on strength).

Dia memproyeksikan, indeks BEI Rabu masih akan bergerak mudah berubah dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.340-4.435 poin. Sementara Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, indeks BEI kembali melemah pada Selasa kemarin, namun tekanannya cenderung terbatas.\"Harga saham yang sudah masuk dalam area jenuh jual, menahan tekanan indeks BEI lebih dalam,”ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, tekanan jual masih ada menyusul belum adanya sentimen positif yang kuat untuk mengangkat indeks BEI. Pada perdagangan kemarin, aksi jual ini didominasi oleh investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,17 triliun di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 188.756 kali pada volume 4,758 miliar lembar saham senilai Rp 6,3 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 122 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa regional bergerak mixed hingga sore. Koreksi tajam yang sempat terjadi pagi tadi mulai bisa dikurangi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya SMART (SMAR) naik Rp 1.300 ke Rp 8.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 19.050, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 82.000, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 450 ke Rp 8.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GOWA) turun Rp 2.000 ke Rp 8.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 46.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 25.050, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 26.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 44,546 poin (1,01%) ke level 4.384,914. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,865 poin (0,67%) ke level 719,382. Tekanan jual dari pelaku pasar asing kembali muncul menghadang IHSG. Indeks langsung terpuruk hingga ke level terendahnya di 4.375,231. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa yang pagi tadi masih menghijau langsung balik arah seluruh ke teritori negatif.

Sentimen negatif banyak beredar, terutama dari pasar global. Rencana The Fed mencabut stimulus serta kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China membuat investor berlomba-lomba lepas saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 99.662 kali pada volume 2,493 miliar lembar saham senilai Rp 3,02 triliun. Sebanyak 45 saham naik, sisanya 217 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 11.700, Indosprings (INDS) naik Rp 200 ke Rp 4.525, Eatertainment (SMMT) naik Rp 150 ke Rp 5.500, dan PGN (PGAS) naik Rp 125 ke Rp 4.775.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.500 ke Rp 80.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 46.150, Indofood CBP (ICBP) turun Rp 600 ke Rp 10.150, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 25.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 33,87 poin atau 0,76% ke posisi 4.463,32, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,55 poin (1,18%) ke level 732,80. Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias mengatakan, secara teknikal peluang menguat bagi saham-saham domestik masih ada setelah mengalami koreksi,”Beberapa sektor berpotensi mengalami penguatan seperti semen, konstruksi, properti, perbankan dan konsumer,\" kata Adrianus Bias.

Meski demikian, lanjut Adrianus, minimnya sentimen positif dari eksternal dapat membayangi pergerakan bursa saham domestik pada Selasa. Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Securities, Betrand Raynaldi menambahkan beberapa indikator teknikal masih menghasilkan sinyal pelemahan namun mulai terbatas.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 77,09 poin (0,39%) ke level 19.891,07, indeks Nikkei-225 naik 108,50 poin (0,83%) ke level 13.176,02, dan Straits Times menguat 22,53 poin (0,73%) ke posisi 3.096,32. (bani)

Related posts