Hatta: Tak Ada Penambahan BLSM

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menegaskan tidak akan ada penambahan penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) karena jumlahnya sudah disahkan melalui APBN-P. \"Penerima bantuan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak mencapai 15,5 juta kepala keluarga. Tidak akan ada penambahan lagi karena sudah diputuskan melalui APBN,\" kata dia di Jakarta, Selasa (25/6).

Meskipun tidak akan ada penambahan, tetapi Hatta mengatakan, masih ada kemungkinan terjadi perubahan dalam daftar penerima bantuan tersebut. Hal itu sangat mungkin ada keluarga yang seharusnya tidak berhak menerima bantuan tetapi terdaftar, begitu pula sebaliknya.

Menurut Hatta, perubahan itu bisa dilakukan melalui mekanisme musyawarah di tingkat desa atau kelurahan karena desa dan kelurahan dinilai sebagai pihak yang paling mengerti kondisi dan status warganya. \"Jadi warga yang seharusnya berhak tetapi tidak terdaftar bisa dimasukkan. Begitu pula kalau ada keluarga yang sukarela mengembalikan Kartu Pengendalian Sosial karena merasa tidak berhak, maka akan dimusyawarahkan di kelurahan,\" jelas dia.

Mengenai pengawasan penyaluran BLSM, Hatta mengatakan pemerintah melalui berbagai kementerian sudah membentuk tim pemantau dan masing-masing pemerintah daerah juga membentuk satuan tugas untuk memantau penyaluran BLSM. \"Evaluasi juga terus dilakukan. Data yang masuk ke sistem pelaporan pemerintah terus diperbarui secara \'realtime\'. Begitu juga bila ada pengaduan atau saran-saran dari masyarakat akan langsung direspon,\" kata Hatta. [ardi]

BERITA TERKAIT

Jokowi: Ada 42 Ribu Aturan Hambat Investasi - KEBIJAKAN DESENTRALISASI DINILAI BERMASALAH

Jakarta-Presiden Jokowi mengungkapkan, masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi, bahkan jumlahnya mencapai 42.000 aturan. Sementara…

Kondisi TPSA Sukabumi Tak Sanggup Tampung Sampah Lagi

Kondisi TPSA Sukabumi Tak Sanggup Tampung Sampah Lagi NERACA Sukabumi - Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Kota Sukabumi tergolong…

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…