Stanchart Kucuri Rp57 Miliar ke Bank Andara - Dukung Sektor Usaha Mikro

NERACA

Denpasar - Standard Chartered (Stanchart) Bank dan Bank Andara menandatangani perjanjian kerja sama fasilitas kredit sebesar Rp57 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pendanaan lembaga keuangan mikro (LKM) di Indonesia. Bank Andara merupakan satu-satunya bank umum dengan model bisnis wholesale di Indonesia yang bekerjasama dengan LKM untuk mengentaskan kemiskinan dengan mengembangkan inovasi dan menyediakan akses keuangan bagi masyarakat miskin.

Pemberian fasilitas pinjaman dana untuk industri microfinance ini telah dimulai Standard Chartered sejak 2009, bekerjasama dengan beberapa lembaga keuangan mikro, antara lain Mitra Bisnis Keluarga Ventura dan Koperasi Mitra Dhuafa selain Bank Andara. Tahun ini adalah kali kedua Standard Chartered memberikan fasilitas pinjaman microfinance kepada Bank Andara. Pada 2011, Standard Chartered menyalurkan pinjaman dana kepada Bank Andara sebesar Rp30 miliar.

“Selaras dengan brand promise ‘here for good’, kami berkomitmen untuk memberi dukungan terhadap perubahan yang baik di berbagai pasar dimana kami beroperasi. Indonesia merupakan salah satu pasar utama kami, dan kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada industri usaha mikro, kecil dan menengah. Fasilitas pinjaman microfinance yang kami berikan kepada Bank Andara merupakan salah satu contoh upaya nyata kami dalam memajukan pertumbuhan usaha mikro di Indonesia,” kata Direktur Utama Standard Chartered Bank Indonesia, Tom Aaker di Denpasar, Bali, Selasa (25/6).

Sejak memulai operasinya pada 2009, Bank Andara telah menjadi mitra usaha bagi lebih dari 737 LKM per Desember 2012, terutama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi, yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, Sulawesi dan Sumatera dan telah menjangkau lebih dari 1,2 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Saat ini, Bank Andara telah memiliki komunitas yaitu Andara Bersama BPR (ABB) untuk BPR di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jabodetabek.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Andara David H. L. Yong, menilai perjanjian fasilitas kredit ini menunjukkan adanya dukungan dan kepercayaan yang kuat dari Stanchart dalam penerapan Penyertaan Keuangan (financial inclusions) sebagai bagian dari fokus dan strategi bisnis perusahaan melalui kerjasama dengan LKM secara eksklusif.

Dengan memposisikan diri sebagai pionir dalam mendukung LKM di Indonesia, kata David, Bank Andara memiliki alur bisnis yang unik, yaitu menyediakan jangkauan yang lebih luas kepada masyarakat melalui layanan AndaraLink yang membantu LKM melayani masyarakat dalam melakukan pengiriman uang, melakukan setoran, maupun melakukan pembayaran atas tagihan bulanan (Telkom dan PLN) dan transfer ilmu pengetahuan, selain menyediakan akses pendanaan serta penyimpanan dana untuk LKM.

“Kami terus mencari tambahan dana melalui jaringan dalam maupun luar negeri, termasuk lembaga, yayasan dan high networth individual. Sampai akhir tahun 2012, kami telah menyelesaikan fasilitas kredit lain dari lembaga keuangan asing dan juga memperoleh tambahan modal dari pemegang saham,” tutur David.

Kinerja Bank Andara sendiri juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik dengan total aset Rp1,2 triliun dengan outstanding pinjaman sebesar Rp980,331 miliar hingga akhir 2012. Adanya fasilitas pinjaman dari Standard Chartered Bank Indonesia ini sebagian besar akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pemberian pinjaman kepada LKM yang menekankan dukungan pada pengentasan kemiskinan.

“Dengan sistem dan perangkat yang kami miliki, dapat membedakan profil risiko dari berbagai LKM dan portofolio kami cukup rinci baik secara geografis maupun dalam jenis nasabah. Kami percaya bahwa keunikan bisnis dan kepercayaan dari berbagai institusi keuangan dalam maupun luar negeri akan memperkuat Bank Andara sebagai mitra bisnis terpercaya bagi LKM di Indonesia,” tandasnya.[rin]

Related posts