Sun Luncurkan “Sun MED” - Penuhi Kebutuhan Nasabah

NERACA

Jakarta - PT Sun Life Financial Indonesia (SLFI) meluncurkan layanan perlindungan terbaru bernama Sun Medical Executive (Sun MED). Bert Paterson, Direktur Utama SLFI menuturkan, Sun MED diluncurkan sebagai jawaban atas kebutuhan nasabah dari biaya rumah sakit yang tak terduga.

“Perhatian kami pada nasabah menjadikan kami untuk terus memberikan solusi keuangan yang tepat, Sun MED ini merupakan usaha berkelanjutan kami untuk penuhi kebutuhan nasabah,” ujar Bert di Jakarta, Selasa (25/6).

Dia juga mengungkapkan, saat ini penyakit kritis yang tak terduga dan disertai dengan meningkatnya biaya rumah sakit merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan orang banyak dan juga nasabah Sun Life. “Sun MED memiliki tarif premi yang kompetitif serta solusi perlindungan pintar yang lengkap untuk berbagai kalangan nasabah dengan usia pertanggungan mulai dari 15 hari hingga 88 tahun,” jelas Bert.

Produk layanan Sun MED ini, kata Bert lagi, merupakan pilihan tepat untuk perlindungan kesehatan dan juga mendukung perencanaan keuangan individu dan keluarga. Fitur-fitur yang terdapat dalam produk ini memungkinkan nasabah untuk menikmati sistem non tunai yang sederhana ini akan membuat nasabah lebih cepat mendapatkan pelayanan dari rumah sakit.

Selain itu, biaya operasi dan perawatan setelah rawat inap akan dibayar berdasarkan tagihan yang disesuaikan dengan batas tahunan. Sementara Chief Distribution Officer Sun Life, Elin Wati menambahkan, Sun MED tidak menggunakan limit serta perlindungannya bisa digunakan diseluruh dunia serta bisa meng-cover seluruh jenis penyakit, kecuali penyakit bawaan.

“Kami harap manfaat yang ditawarkan oleh Sun MED akan membantu keluarga Indonesia merencanakan perlindungan kesehatan yang lebih baik sebagai bagian dari rencana mereka mencapai kemapanan finansial,” tutur Elin. Dia mengatakan, Sun MED akan dipasarkan oleh Sun Life melalui jaringan 54 kantor pemasaran di 33 kota di Indonesia.

Elin mengatakan, apabila nasabah sudah memiliki asuransi jiwa Sun Life berpremi Rp300 ribu dan menambah lagi sebesar Rp200 ribu untuk rider, maka pemegang polis sudah bisa mendapatkan fasilitas Sun MED.

Berdasarkan survei yang ada, terlihat adanya perbedaan yang tidak sebanding antara kenaikan biaya kesehatan dan rumah sakit dengan pendapatan individu. Menurut hasil survei Global Medical Trends Report dari Towers Watson pada 2012, rata-rata kenaikan biaya pengobatan di Indonesia dari 2009 sampai 2011 terus meningkat dari 10,70% ke 13,55% per tahun. Pada periode yang sama, rata-rata kenaikan pendapatan orang Indonesia hanya 1,2% per tahun berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk 2011-2012.[sylke]

BERITA TERKAIT

GNA Group Luncurkan Perumahan Golden Hills - Bidik Pasar Pasangan Milenial

NERACA Serpong - Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group kembali meluncurkan kawasan perumahan modern…

Penuhi Kebutuhan Pekerja, Kemenperin Kembangkan Politeknik STTT Bandung

NERACA Bandung – Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Haris Munandar mengatakan saat ini industri TPT Nasional menghadapi beberapa permasalahan, antara lain…

Pemerintah Perlu Lebih Serius Perhatikan Kenaikan Harga Pangan - Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Daya beli petani yang menurun yang diiringi adanya tren kenaikan harga pangan perlu menjadi perhatian pemerintah. Hal…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melempem

      NERACA   Jakarta - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, melemah…

Gaet JCB, CIMB Niaga Luncurkan Precious Card

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bekerjasama dengan PT JCB International Indonesia…

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mobil Prestasi Muamalat Sambangi Sekolah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) menyadari pentingnya pembangunan karakter anak bangsa melalui pendidikan.…