Sinar Mas Agro Bagikan Dividen Rp 3,4 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) akan membagikan dividen mencapai Rp 3,4 triliun atau setara Rp 1.200 per lembar saham,”Jumlah tersebut sama dengan 53% dari laba perusahaan yang didapatkan di tahun ini. Tahun 2012 kemarin laba bersih kami Rp 2,1 triliun. Dividen tidak seluruhnya dari laba bersih tahun 2012, tetapi juga diambil dari saldo laba yang ditahan per Desember 2012. Kurang lebih 53% dari saldo laba yang ditahan kita bagikan sebagai dividen. Rencananya akan dibagikan 29 Agustus mendatang,”kata Wakil Direktur Utama Smart, Budi Wijana di Jakarta, Selasa (25/6).

Sepanjang tahun 2012, pendapatan perusahaan mencapai Rp 27,52 triliun namun jumlah ini merosot 13,1% dibandingkan posisi setahun sebelumnya. Namun demikian, Smart melaporkan laba komprehensif perusahaan untuk 2012 mengalami kenaikan 21,22% dari sebelumnya Rp 1,79 triliun menjadi Rp 2,17 triliun. Peningkatan laba bersih komprehensif perusahaan kali ini berasal dari selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan yang mencapai Rp 26,39 miliar.

Mengutip dari publikasi laporan keuangan Smart sebelumnya, beban pokok penjualan perusahaan yang mencapai Rp 21 triliun membuat laba kotor hanya mencapai Rp 6,52 triliun, lebih rendah dari tahun sebelumnya Rp 7,52 triliun. Hingga akhir 2012, aset perusahaan perkebunan ini mencapai Rp 16,25 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 7,34 triliun dan aset tak lancar Rp 8,9 triliun.

Aset perusahaan dalam bentuk tanaman perkebunan yang telah menghasilkan mencapai Rp 1,27 triliun. Sementara aset tanaman yang belum menghasilkan mencapai Rp 137,26 miliar. Posisi utang perusahaan hingga akhir 2012 mencapai Rp 7,31 triliun dimana Rp 3,49 triliun berupa utang jangka pendek.

Smart merupakan anak perusahaan Golden Agri Resources Ltd (GAR) yang memproduksi barang konsumen berbasis kelapa sawit dengan total lahan 139.300 hektar per 31 Maret 2013. Perusahaan ini memiliki operasi yang terintegrasi yang berfokus pada produksi minyak makan dan lemak nabati dari kelapa sawit.

Smart juga telah mengalokasikan US$ 550 juta untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) dibidang perkebunan. Sebanyak US$ 200 juta akan digunakan induk usaha, PT Golden Agri Resourches (GAR) untuk menambah lahan kelapa sawit seluas 35.000 ha-45.000 ha.“Dengan begitu, total luas kebun kelapa sawit menjadi 508.400 hektar”, ujar Daud Dharsono,Direktur Utama PT Smart.

Selain itu, tambah dia juga menyatakan bahwa perseroan akan menambah kapasitas pengolahan kelapa sawit (pabrik kelapa sawit/PKS) . Karena menurutnya, penambahan pengolahan kelapa sawit harus diiringi dengan perluasan kebun kelapa sawit. Rencananya perseroan akan menambah kapasitas pabrik pengolahan kelapa sawit sebanyak 600.000 ton per tahun. (nurul)

Related posts