Benakat Petroleum Energy Selesaikan Akuisisi AMI

NERACA

Jakarta – PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) yang telah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 14 Desember 2012 untuk mengakuisisi PT. Astrindo Mahakarya Indonesia (AMI), Selasa kemarin (25/6) telah menyelesaikan transaksi tersebut. “Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME, hari ini (kemarin) telah merealisasikan akuisisi AMI,” tutur Direktur Utama BIPI MS Noor dalam keterangan resminya, Selasa (25/6).

Dengan terlaksananya transaksi akuisisi tersebut, BIPI sebagai perusahaan integrasi energi ini mengharapkan agar AMI dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan di 2013 dan tahun-tahun berikutnya.

Michael Wong, Direktur Keuangan BIPI, menambahkan BIPI yang menutup tahun 2012 lalu dengan mencatatkan pendapatan Rp 357 miliar dan laba bersih Rp 8,2 miliar, dengan terlaksananya akuisisi ini, pada 2013 memproyeksikan akan memperoleh EBITDA sebesar Rp 1,8 triliun dan membukukan pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 720 miliar.

“Pada hari ini pula (kemarin), kami telah merampungkan transaksi penjualan PT Benakat Patina, yang sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPSLB 14 Desember 2012 lalu,” ujar Michael. Sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan perseroan sebelumnya, hasil penjualan PT Benakat Patina akan digunakan sebagai salah satu pendanaan akuisisi AMI.

Aksi yang bernilai US$ 600 juta ini dibiayai dari berbagai sumber di antaranya dari internal kas perusahaan sebesar US$ 116 juta, hasil penjualan Benakat Patina sebesar US$ 105 juta dan sisanya sebesar US$ 379 juta dibiayai dari berbagai sumber pinjaman antara lain pinjaman dari Bank Credit Suisse Singapore, Bank RZB, Poseidon dan Ciptadana.

Sebagai informasi, AMI merupakan perusahaan infrastruktur batubara yang memiliki aset infrastruktur tambang batubara terintegrasi berupa pelabuhan batubara dengan total kapasitas sampai dengan 48 juta ton per tahun dan infrastruktur over-land conveyor untuk menyediakan jasa distribusi batubara berantai yang terintegrasi (integrated coal chain services) dengan jumlah estimasi kapasitas keseluruhan sebesar 73,5 metric ton per tahun, yang telah memiliki kontrak jangka panjang atas aset-aset tersebut dengan beberapa perusahaan tambang di Indonesia.

Berangkat dari perusahaan minyak bumi, BIPI telah berubah menjadi perusahaan energi terintegrasi serta memiliki portofolio investasi dan aset pada beberapa sektor pertambangan mencakup minyak dan gas bumi, batubara, mangan, dan didukung oleh usaha jasa pelayanan minyak dan gas.

Sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2010, BIPI telah beberapa kali melakukan akuisisi strategis untuk memperkuat model bisnisnya, antara lain melalui akuisisi 37,67% saham PT Elnusa Tbk (ELSA), 10,3% saham PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dan 100% saham Patina Group Ltd.

Related posts