free hit counter

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (Balsem)

Pereda Nyeri Sementara

Kamis, 27/06/2013

Oleh: Eva Juliyanti, Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia UMSU

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang dipublikasikan pada 12 Juni 2013 lalu oleh orang nomor satu di Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Rencana tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Penolakan pun terjadi, ini terlihat dari maraknya demo yang dilakukan oleh masyarakat khususnya para mahasiswa dan buruh di Indonesia.

Aksi penolakan kenaikan BBM ini dilakukan serentak pada tanggal 17 Juni 2013, hampir seluruh pelosok di Indonesia melakukan aksi penolakan kenaikan BBM. Aksi tersebut banyak diantaranya berakhir dengan ricuh. Para pendemo berontak dan terlibat aksi dorong-mendorong, tolak-menolak dengan pihak keamanan. Para pendemo kesal karena aspirasi mereka tidak diterima dengan baik oleh pihak yang berkait. Aksi tersebut berbarengan dengan rapat paripurna pengesahan RAPBN-P 2013 di Gedung Parlemen, Jakarta.

Rapat tersebut berjalan alot, pasalnya dari 9 fraksi ada lima fraksi yang mendukung kenaikan BBM yaitu Fraksi Demokrat, Fraksi PKB, Fraksi PPP, Fraksi PAN, dan Fraksi Partai Golkar. Selain itu empat fraksi yang menolak yaitu Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi Gerindra dan Fraksi PDI-P. Para fraksi tersebut mempunyai argument sendiri tentang kenaikan BBM. Dalam rapat paripurna pengesahan APBN itu dimenangkan oleh fraksi yang mendukung kenaikan BBM.

Dengan demikian, kenaikan BBM akan menjadi boomerang bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin. Walaupun dari kenaikan BBM ini ada kompensasi dana sebesar 40 persen untuk BLSM namun tetap saja meresahkan masyarakat. Akibat kenaikan BBM ini premium naik menjadi Rp. 6.500,- dan solar Rp. 5.500,-.Next